Diterjang banjir, Jembatan Malo ambruk
Senin, 31 Desember 2012 - 16:48 WIB
Diterjang banjir, Jembatan Malo ambruk
A
A
A
Sindonews.com – Jembatan di Desa/Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, ambruk setelah diterjang banjir luapan anak Sungai Bengawan Solo. Akibatnya, warga yang tinggal di empat desa di Kecamatan Malo terisolir.
Jembatan beton dengan panjang 15 meter dan lebar empat meter itu ambrol setelah bagian penyangganya diterjang banjir bandang pada Kamis 27 Desember 2012 lalu. Hingga saat ini, petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Bojonegoro memperbaiki secara darurat jembatan tersebut.
Warga yang terkena dampak dari putusnya jembatan tersebut yakni warga Desa Malo, Rendeng, Ngujung, dan Nglitek, Kecamatan Malo. Warga yang biasanya melalui jembatan penghubung tersebut terpaksa harus memutar hingga puluhan kilometer melalui jembatan lain untuk menuju ke Kota Bojonegoro.
Menurut Syahroni (45) warga Desa Malo, kondisi jembatan itu sebelumnya memang sudah rapuh terutama di bagian penyangganya. Sejak dibangun pada tahun 1993, jembatan itu belum pernah diperbaiki.
“Akhirnya setelah diterjang banjir bandang, jembatan itu langsung ambrol dan putus,” ujarnya di Desa Malo, Senin (31/12/2012).
Menurutnya, warga sekitar sudah melaporkan kondisi jembatan yang kini sudah ambruk itu sejak 2011 lalu untuk dilakukan renovasi. Namun hingga jembatan ini ambruk tidak pernah ada renovasi yang di lakukan.
Tidak hanya jembatan, tanggul di sekitar sungai yang bersebelahan dengan sungai Bengawan Solo ini juga longsor.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro, Kasianto mengaku sudah mendapat laporan dari pihak Kecamatan Malo tentang ambruknya jembatan utama penghubung empat desa tersebut.
“Kami sudah mengecek kondisi jembatan yang ambruk tersebut. Petugas juga memperbaiki secara darurat jembatan tersebut,” ujarnya.
Selain jembatan di Malo, puluhan jembatan lainnya di Kabupaten Bojonegoro juga rawan ambruk saat musim hujan ini. Jembatan penghubung Kecamatan Purwosari dengan Tambakrejo juga rawan ambruk.
Jembatan beton dengan penyangga besi yang sudah berkarat itu masih dilalui kendaraan sepeda motor, mobil, dan truk. Padahal, di beberapa titik tengah jembatan terlihat berlubang. Selain itu, beton penyangga jembatan terlihat retak.
Jembatan beton dengan panjang 15 meter dan lebar empat meter itu ambrol setelah bagian penyangganya diterjang banjir bandang pada Kamis 27 Desember 2012 lalu. Hingga saat ini, petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Bojonegoro memperbaiki secara darurat jembatan tersebut.
Warga yang terkena dampak dari putusnya jembatan tersebut yakni warga Desa Malo, Rendeng, Ngujung, dan Nglitek, Kecamatan Malo. Warga yang biasanya melalui jembatan penghubung tersebut terpaksa harus memutar hingga puluhan kilometer melalui jembatan lain untuk menuju ke Kota Bojonegoro.
Menurut Syahroni (45) warga Desa Malo, kondisi jembatan itu sebelumnya memang sudah rapuh terutama di bagian penyangganya. Sejak dibangun pada tahun 1993, jembatan itu belum pernah diperbaiki.
“Akhirnya setelah diterjang banjir bandang, jembatan itu langsung ambrol dan putus,” ujarnya di Desa Malo, Senin (31/12/2012).
Menurutnya, warga sekitar sudah melaporkan kondisi jembatan yang kini sudah ambruk itu sejak 2011 lalu untuk dilakukan renovasi. Namun hingga jembatan ini ambruk tidak pernah ada renovasi yang di lakukan.
Tidak hanya jembatan, tanggul di sekitar sungai yang bersebelahan dengan sungai Bengawan Solo ini juga longsor.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro, Kasianto mengaku sudah mendapat laporan dari pihak Kecamatan Malo tentang ambruknya jembatan utama penghubung empat desa tersebut.
“Kami sudah mengecek kondisi jembatan yang ambruk tersebut. Petugas juga memperbaiki secara darurat jembatan tersebut,” ujarnya.
Selain jembatan di Malo, puluhan jembatan lainnya di Kabupaten Bojonegoro juga rawan ambruk saat musim hujan ini. Jembatan penghubung Kecamatan Purwosari dengan Tambakrejo juga rawan ambruk.
Jembatan beton dengan penyangga besi yang sudah berkarat itu masih dilalui kendaraan sepeda motor, mobil, dan truk. Padahal, di beberapa titik tengah jembatan terlihat berlubang. Selain itu, beton penyangga jembatan terlihat retak.
(ysw)