Empat mahasiswa pendaki Merapi kelaparan
Sabtu, 29 Desember 2012 - 00:58 WIB
Empat mahasiswa pendaki Merapi kelaparan
A
A
A
Sindonews.com - Dua Sru dari Tim Search and Rescue (SAR) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan juga satu tim medical rescue diberangkatkan menuju Merapi pada pukul 18.00 WIB semalam. Pemberangkatan dilakukan untuk melakukan penjemputan terhadap empat pendaki Merapi yang mengalami kehabisan bekal dan kedinginan.
Komandan Tim SAR DIY Brotoseno mengatakan, empat orang pendaki itu bernama Fattah, Mario, Candra, dan Seto, yang usianya sekira 19 tahun, mahasiswa dari Fakultas Ekonomi, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Para pendaki tersebut melakukan pendakian pada Kamis 27 Desember 2012 lalu melalui jalur Selo, Boyolali, Jawa Tengah.
Pada Jumat 28 Desember 2012 siang, sekira pukul 14.30 WIB, para pendaki menghubungi temannya memberitahukan jika mereka kehabisan bekal. Temannya tersebut kemudian memberitahukan ke Gelanggang UGM pada pukul 16.15 WIB dan diteruskan ke tim SAR DIY pada pukul 17.00 WIB.
"Ini penjemputan pendaki yang kehabisan bekal," kata Brotoseno saat dihubungi wartawan, Jumat 28 Desember 2012, malam.
Lanjut dia, saat ini dua Sru petugas yang setiap Srunya berjumlah delapan hingga sepuluh orang dalam perjalanan menuju ke Selo, Boyolali.
"Para pendaki berada di Pos tiga, diatas jalur masuk Selo. Sekarang juga kita telah siapkan empat Sru untuk menyusul diberangkatkan lagi," ulasnya.
Saat ini, kemungkinan karena batere handphone empat pendaki yang kehabisan bekal tersebut lemah, tidak bisa dihubungi lagi oleh tim SAR.
"Handphone tidak bisa dihubungi," tuturnya.
Dirinya juga mengimbau agar para pendaki supaya lebih dulu menyiapkan bekal secukupnya sebelum melakukan pendakian. Selain itu, juga perlu diperhatikan jangan sampai tidak melapor ke Pos SAR terdekat ketika akan naik.
"Kita juga berkoordinasi dengan SAR Boyolali," ujarnya.
Komandan Tim SAR DIY Brotoseno mengatakan, empat orang pendaki itu bernama Fattah, Mario, Candra, dan Seto, yang usianya sekira 19 tahun, mahasiswa dari Fakultas Ekonomi, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Para pendaki tersebut melakukan pendakian pada Kamis 27 Desember 2012 lalu melalui jalur Selo, Boyolali, Jawa Tengah.
Pada Jumat 28 Desember 2012 siang, sekira pukul 14.30 WIB, para pendaki menghubungi temannya memberitahukan jika mereka kehabisan bekal. Temannya tersebut kemudian memberitahukan ke Gelanggang UGM pada pukul 16.15 WIB dan diteruskan ke tim SAR DIY pada pukul 17.00 WIB.
"Ini penjemputan pendaki yang kehabisan bekal," kata Brotoseno saat dihubungi wartawan, Jumat 28 Desember 2012, malam.
Lanjut dia, saat ini dua Sru petugas yang setiap Srunya berjumlah delapan hingga sepuluh orang dalam perjalanan menuju ke Selo, Boyolali.
"Para pendaki berada di Pos tiga, diatas jalur masuk Selo. Sekarang juga kita telah siapkan empat Sru untuk menyusul diberangkatkan lagi," ulasnya.
Saat ini, kemungkinan karena batere handphone empat pendaki yang kehabisan bekal tersebut lemah, tidak bisa dihubungi lagi oleh tim SAR.
"Handphone tidak bisa dihubungi," tuturnya.
Dirinya juga mengimbau agar para pendaki supaya lebih dulu menyiapkan bekal secukupnya sebelum melakukan pendakian. Selain itu, juga perlu diperhatikan jangan sampai tidak melapor ke Pos SAR terdekat ketika akan naik.
"Kita juga berkoordinasi dengan SAR Boyolali," ujarnya.
(rsa)