Teliti candi baru, Disbudparpora kirim arkeolog
Jum'at, 28 Desember 2012 - 17:50 WIB
Teliti candi baru, Disbudparpora kirim arkeolog
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Temanggung akan menerjunkan tim arkeolog untuk meneliti keberadaan sebuah candi yang terletak di Desa Danupayan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung.
Kepala Disbudparpora Kabupaten Temanggung, Subekti Priyono mengatakan, sangat penting untuk menelusuri candi yang baru ditemukan tersebut. Sebab temuan ini akan menambah peninggalan sejarah di Temanggung.
"Kami secepatnya akan menerjunkan arkeolog untuk meneliti. Namun, harus menunggu karena arkeolog kami sedang izin sakit jadi dalam waktu dekat mungkin belum bisa turun langsung ke lapangan,” katanya, Jumat (28/12/2012).
Ia mengatakan, temuan tersebut merupakan temuan yang cukup menarik, sebab di daerah tersebut sejauh ini belum ditemukan peninggalan-peninggalan lain yang serupa.
Terdekat dari lokasi tersebut adalah Situs Pikatan yang berada di Dusun Pikatan, Desa Mudal, Kecamatan Temanggung yang merupakan pemandian pada era Mataram Hindu dipimpin oleh Raja Rakai Pikatan.
Untuk memastikan waktu batu-batu candi tersebut ditemukan, arkeolog akan meneliti jenis batuan yang digunakan untuk bangunan tersebut serta memperkirakan motif-motif apa yang ada pada bangunan itu.
“Kalau ada peninggalan arca atau patung, paling tidak ada gambaran dasar. Tetapi sejauh ini masih tertimbun tanah lahan pertanian dan kami belum bisa memastikan lebih jauh,” lanjutnya.
Ditambahkannya, hasil dari penelitian arkeolog, nantinya akan digunakan sebagai salah satu pijakan kebijakan yang akan diambil oleh Pemkab, Balai Arkeologi Yogyakarta dan BP3 Jawa Tengah.
“Nanti kita lihat dulu hasil dari penelitian arkeolog kami. Nanti akan ada rekomendasi lanjutan,” tambahnya.
Kepala Disbudparpora Kabupaten Temanggung, Subekti Priyono mengatakan, sangat penting untuk menelusuri candi yang baru ditemukan tersebut. Sebab temuan ini akan menambah peninggalan sejarah di Temanggung.
"Kami secepatnya akan menerjunkan arkeolog untuk meneliti. Namun, harus menunggu karena arkeolog kami sedang izin sakit jadi dalam waktu dekat mungkin belum bisa turun langsung ke lapangan,” katanya, Jumat (28/12/2012).
Ia mengatakan, temuan tersebut merupakan temuan yang cukup menarik, sebab di daerah tersebut sejauh ini belum ditemukan peninggalan-peninggalan lain yang serupa.
Terdekat dari lokasi tersebut adalah Situs Pikatan yang berada di Dusun Pikatan, Desa Mudal, Kecamatan Temanggung yang merupakan pemandian pada era Mataram Hindu dipimpin oleh Raja Rakai Pikatan.
Untuk memastikan waktu batu-batu candi tersebut ditemukan, arkeolog akan meneliti jenis batuan yang digunakan untuk bangunan tersebut serta memperkirakan motif-motif apa yang ada pada bangunan itu.
“Kalau ada peninggalan arca atau patung, paling tidak ada gambaran dasar. Tetapi sejauh ini masih tertimbun tanah lahan pertanian dan kami belum bisa memastikan lebih jauh,” lanjutnya.
Ditambahkannya, hasil dari penelitian arkeolog, nantinya akan digunakan sebagai salah satu pijakan kebijakan yang akan diambil oleh Pemkab, Balai Arkeologi Yogyakarta dan BP3 Jawa Tengah.
“Nanti kita lihat dulu hasil dari penelitian arkeolog kami. Nanti akan ada rekomendasi lanjutan,” tambahnya.
(ysw)