Infrastruktur tak selesai, DPRD minta tanggung jawab Bupati
Kamis, 27 Desember 2012 - 10:31 WIB
Infrastruktur tak selesai, DPRD minta tanggung jawab Bupati
A
A
A
Sindonews.com - DPRD Kabupaten Tangerang meminta laporan tertulis Bupati Tangerang Ismet Iskandar, tentang pertanggungjawaban anggaran pembangunan dari APBD 2012, yang tidak terserap maksimal lantaran banyaknya pembangunan infrastruktir yang tidak selesai.
Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Amran Arifin mengatakan, berdasarkan temuan di lapangan, banyak sejumlah pembangunan yang tidak dapat diselesaikan pada tahun 2012. Hal ini disebabkan karena proses lelang proyek yang molor.
“Ada anggaran pembangunan pada beberapa pos yang tidak terserap maksimal, terutama pembangunan yangurgentuntuk masyarakat. Memang proses lelang yang tidak tepat waktu, menyebabkan proyek menumpuk di akhir tahun, ” katanya, Kamis (27/12/2012).
Untuk itu, pihaknya memanggil Sekda dan sejumlah saksi guna menklarifikasi temuan penyerapan APBD 2012 yang tidak maksimal. Pihaknya juga meminta kepada Bupati Tangerang untuk memberi laporan tertulis terkait hal tersebut.
“Kita mau tahu kejelasannya kenapa proyek bisa molor. Jika nanti proyek akan dilanjutkan atau dihentikan, apa dasarnya dan bagaimana mekanismenya. Payung hukumnya harus jelas,” paparnya.
Ditanya jumlah anggaran yang tidak terserap, Amran mengaku belum tahu pastinya. Namun, menurutnya sangat besar. Misalnya, pelaksanaan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) sebesar Rp23 miliar, yang terserap hanya Rp8 miliar.
Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Amran Arifin mengatakan, berdasarkan temuan di lapangan, banyak sejumlah pembangunan yang tidak dapat diselesaikan pada tahun 2012. Hal ini disebabkan karena proses lelang proyek yang molor.
“Ada anggaran pembangunan pada beberapa pos yang tidak terserap maksimal, terutama pembangunan yangurgentuntuk masyarakat. Memang proses lelang yang tidak tepat waktu, menyebabkan proyek menumpuk di akhir tahun, ” katanya, Kamis (27/12/2012).
Untuk itu, pihaknya memanggil Sekda dan sejumlah saksi guna menklarifikasi temuan penyerapan APBD 2012 yang tidak maksimal. Pihaknya juga meminta kepada Bupati Tangerang untuk memberi laporan tertulis terkait hal tersebut.
“Kita mau tahu kejelasannya kenapa proyek bisa molor. Jika nanti proyek akan dilanjutkan atau dihentikan, apa dasarnya dan bagaimana mekanismenya. Payung hukumnya harus jelas,” paparnya.
Ditanya jumlah anggaran yang tidak terserap, Amran mengaku belum tahu pastinya. Namun, menurutnya sangat besar. Misalnya, pelaksanaan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) sebesar Rp23 miliar, yang terserap hanya Rp8 miliar.
(stb)