Komunikasi Pemkab Kulonprogo buruk
Selasa, 25 Desember 2012 - 17:48 WIB
Komunikasi Pemkab Kulonprogo buruk
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo, Jawa Tengah (Jateng), dinilai salah jalan dalam memberi pemahaman terkait megaproyek bandara kepada masyarakat. Komunikasi politik yang dibangun Pemkab dituding sangat tidak efektif.
Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo Yusron Martofa mengatakan, Pemkab Kulonprogo tidak pernah menyelesaikan persoalan skala nasional secara happy ending. Pemkab lebih sibuk berkutat dengan melontarkan wacana di media. Menurutnya, kondisi ini membuka suasana yang tidak sehat dengan masyarakat.
“Selama ini komunikasi yang dibangun bahwa masyarakat tidak paham, masyarakat terprovokasi dan sebagainya, seharusnya tidak seperti itu. Pemkab harus lebih banyak sosialisasi, rembukan dengan adat ketimuran. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi,” kata Yusron, di Kulonprogo, Jateng, Selasa (25/12/2012).
Yusron menjelaskan, dewan melihat ada sumbatan komunikasi yang dibangun Pemkab. Sehingga komunikasi yang dibangun tidak lagi komprehensif. Komunikasi akhirnya berubah menjadi liar dan menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
"Saat ini masih ada waktu untuk memperbaiki komunikasi tersebut," ucapnya.
Menurutnya, Bupati sebagai leading sector bersama lurah harus membangun komunikasi horizontal. Pemkab harus bisa memagari masuknya provokator dengan mengintensifkan komunikasi dengan masyarakat.
“Pola komunikasinya harus dari hati ke hati dengan adat ketimuran. Masih ada waktu sebelum semuanya terlambat,” ujarnya.
Yusron menambahkan, strategi yang ditempuh pemkab memang ironis. Pemkab bahkan tidak pernah berkomunikasi dengan dewan terkait persoalan bandara.
“Setelah tahun baru nanti kita akan desak pimpinan agar mengundang pemkab untuk berkomunikasi masalah ini,” pungkasnya.
Sejak isu bandara bergulir, pemkab baru sekali mensosialisasikannya kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan akhir pekan lalu di kediaman salah pejabat pemkab. Itu pun rupanya tidak memuaskan kubu yang menentang yang tergabung dalam Paguyuban Wahana Tri Tunggal (WTT).
Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo Yusron Martofa mengatakan, Pemkab Kulonprogo tidak pernah menyelesaikan persoalan skala nasional secara happy ending. Pemkab lebih sibuk berkutat dengan melontarkan wacana di media. Menurutnya, kondisi ini membuka suasana yang tidak sehat dengan masyarakat.
“Selama ini komunikasi yang dibangun bahwa masyarakat tidak paham, masyarakat terprovokasi dan sebagainya, seharusnya tidak seperti itu. Pemkab harus lebih banyak sosialisasi, rembukan dengan adat ketimuran. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi,” kata Yusron, di Kulonprogo, Jateng, Selasa (25/12/2012).
Yusron menjelaskan, dewan melihat ada sumbatan komunikasi yang dibangun Pemkab. Sehingga komunikasi yang dibangun tidak lagi komprehensif. Komunikasi akhirnya berubah menjadi liar dan menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
"Saat ini masih ada waktu untuk memperbaiki komunikasi tersebut," ucapnya.
Menurutnya, Bupati sebagai leading sector bersama lurah harus membangun komunikasi horizontal. Pemkab harus bisa memagari masuknya provokator dengan mengintensifkan komunikasi dengan masyarakat.
“Pola komunikasinya harus dari hati ke hati dengan adat ketimuran. Masih ada waktu sebelum semuanya terlambat,” ujarnya.
Yusron menambahkan, strategi yang ditempuh pemkab memang ironis. Pemkab bahkan tidak pernah berkomunikasi dengan dewan terkait persoalan bandara.
“Setelah tahun baru nanti kita akan desak pimpinan agar mengundang pemkab untuk berkomunikasi masalah ini,” pungkasnya.
Sejak isu bandara bergulir, pemkab baru sekali mensosialisasikannya kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan akhir pekan lalu di kediaman salah pejabat pemkab. Itu pun rupanya tidak memuaskan kubu yang menentang yang tergabung dalam Paguyuban Wahana Tri Tunggal (WTT).
(maf)