Proyek rel ganda dihentikan sementara
Senin, 24 Desember 2012 - 16:13 WIB
Proyek rel ganda dihentikan sementara
A
A
A
Sindonews.com – Proyek pembangunan jalur rel ganda di wilayah Bojonegoro hingga Cepu, Blora, Jawa Tengah, dihentikan sementara selama liburan Natal dan Tahun Baru. Penghentian kegiatan proyek itu untuk kelancaran perjalanan kereta api (KA) yang melintas di jalur utara.
Menurut Kepala Stasiun Besar Bojonegoro, Murman, kegiatan proyek pembangunan jalur rel ganda di wilayah Bojonegoro dihentikan sejak 20 Desember 2012 hingga 6 Januari 2013. Sedangkan, proyek pembangunan jembatan di sepanjang jalur rel ganda dihentikan sejak 27 Desember 2012 hingga 6 Januari 2013.
“Kegiatan proyek pembangunan jalur rel ganda itu dihentikan sementara,” ujar Murman di Stasiun Besar Bojonegoro, Senin (24/12/2012).
Proyek pembangunan jalur rel ganda di wilayah Bojonegoro-Cepu memang terlihat dihentikan. Para pekerja yang biasanya menggali atau menguruk jalur rel tidak tampak.
Begitu pula peralatan berat seperti bego juga tidak terlihat di sepanjang lokasi proyek. Bantalan beton terlihat dipasang berjajar di jalur rel dekat Kota Bojonegoro.
Sedangkan, di Kecamatan Kalitidu, Purwosari, Padangan, hingga Cepu tahap pengerjaan proyek baru mengeruk dan meratakan lahan yang dibuat jalur rel ganda.
Menurut Murman, kondisi perjalanan kereta api di jalur utara saat ini cukup lancar. Jika terjadi gangguan kondisi rel kereta api yang amblas atau longsor maka petugas sudah disiapkan untuk memperbaiki.
Rata-rata setiap hari kereta api penumpang dan barang yang melintas di jalur utara sebanyak 40 kereta. Sebagian kereta api lokal dan sebagian lagi kereta api tujuan Jakarta.
Sementara itu menurut Emirson, petugas Posko Angkutan Natal di Stasiun Besar Bojonegoro, mengatakan, penumpang kereta api mengalami kenaikan signifikan selama liburan Natal dan Tahun Baru.
Menurutnya, selama liburan Natal dan Tahun Baru ini tidak disediakan KA tambahan. Hanya saja, kata dia, rangkaian keretanya dimaksimalkan. Misalnya, KA Kertajaya tujuan Bojonegoro-Jakarta yang biasanya hanya membawa delapan gerbong, kini ditambah menjadi sembilan gerbong.
Menurut Kepala Stasiun Besar Bojonegoro, Murman, kegiatan proyek pembangunan jalur rel ganda di wilayah Bojonegoro dihentikan sejak 20 Desember 2012 hingga 6 Januari 2013. Sedangkan, proyek pembangunan jembatan di sepanjang jalur rel ganda dihentikan sejak 27 Desember 2012 hingga 6 Januari 2013.
“Kegiatan proyek pembangunan jalur rel ganda itu dihentikan sementara,” ujar Murman di Stasiun Besar Bojonegoro, Senin (24/12/2012).
Proyek pembangunan jalur rel ganda di wilayah Bojonegoro-Cepu memang terlihat dihentikan. Para pekerja yang biasanya menggali atau menguruk jalur rel tidak tampak.
Begitu pula peralatan berat seperti bego juga tidak terlihat di sepanjang lokasi proyek. Bantalan beton terlihat dipasang berjajar di jalur rel dekat Kota Bojonegoro.
Sedangkan, di Kecamatan Kalitidu, Purwosari, Padangan, hingga Cepu tahap pengerjaan proyek baru mengeruk dan meratakan lahan yang dibuat jalur rel ganda.
Menurut Murman, kondisi perjalanan kereta api di jalur utara saat ini cukup lancar. Jika terjadi gangguan kondisi rel kereta api yang amblas atau longsor maka petugas sudah disiapkan untuk memperbaiki.
Rata-rata setiap hari kereta api penumpang dan barang yang melintas di jalur utara sebanyak 40 kereta. Sebagian kereta api lokal dan sebagian lagi kereta api tujuan Jakarta.
Sementara itu menurut Emirson, petugas Posko Angkutan Natal di Stasiun Besar Bojonegoro, mengatakan, penumpang kereta api mengalami kenaikan signifikan selama liburan Natal dan Tahun Baru.
Menurutnya, selama liburan Natal dan Tahun Baru ini tidak disediakan KA tambahan. Hanya saja, kata dia, rangkaian keretanya dimaksimalkan. Misalnya, KA Kertajaya tujuan Bojonegoro-Jakarta yang biasanya hanya membawa delapan gerbong, kini ditambah menjadi sembilan gerbong.
(ysw)