Tertindih tanah, tubuh korban longsor Depok mati rasa
Jum'at, 21 Desember 2012 - 15:13 WIB
Tertindih tanah, tubuh korban longsor Depok mati rasa
A
A
A
Sindonews.com - Fajriyah Mauli seorang remaja wanita yang menjadi korban longsor di Jalan Ngarai, Kelurahan Palsi Gunung, Kecamatan Cimanggis, Depok masih terbaring lemas di atas kasur.
Pasalnya, ia menjadi saksi korban detik-detik longsor, akibat tebing securam 15 meter menimpa rumah warga.
Fajriyah yang saat ini masih terbaring lemah di rumahnya, hanya bisa meratapi kondisinya karena tak bisa bergerak.
Sebab saat kejadian longsor kemarin sore, tubuhnya tertimpa puing dan tanah longsor.
"Kejadian kemarin sore, saya baru matikan tv, karena ada petir, hujan deras, saya matikan semuanya, lalu saya tiduran di ruang depan, enggak sadar, langsung ambruk longsor, enggak ada suaranya jadi saya enggak bisa antisipasi," tuturnya sambil merintih, Jumat (21/12/12).
Tubuhnya tertindih tumpukan tanah dan puing. Beruntung ia selamat karena bersembunyi dibalik balok kusen. Namun tubuhnya kini mati rasa tak bisa digerakkan.
"Panggul ke atas enggak bisa gerak. Untung muka saya kejaga balok kusen kayu. Tubuh ketiban tanah. Tangan biru-biru. Semua datang coba tolong, tapi semenit saja rasanya enggak tahan, lama banget, enggak bisa gerak. Sekarang yang dirasakan langsung diurut, karena mati rasa," ungkapnya.
Sementara itu hingga tadi pagi Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail berkunjung ke lokasi longsor, Fajriyah masih belum mendapatkan tindakan medis. Camat dan pihak puskesmas langsung diperintahkan merawat Fajriyah.
Pasalnya, ia menjadi saksi korban detik-detik longsor, akibat tebing securam 15 meter menimpa rumah warga.
Fajriyah yang saat ini masih terbaring lemah di rumahnya, hanya bisa meratapi kondisinya karena tak bisa bergerak.
Sebab saat kejadian longsor kemarin sore, tubuhnya tertimpa puing dan tanah longsor.
"Kejadian kemarin sore, saya baru matikan tv, karena ada petir, hujan deras, saya matikan semuanya, lalu saya tiduran di ruang depan, enggak sadar, langsung ambruk longsor, enggak ada suaranya jadi saya enggak bisa antisipasi," tuturnya sambil merintih, Jumat (21/12/12).
Tubuhnya tertindih tumpukan tanah dan puing. Beruntung ia selamat karena bersembunyi dibalik balok kusen. Namun tubuhnya kini mati rasa tak bisa digerakkan.
"Panggul ke atas enggak bisa gerak. Untung muka saya kejaga balok kusen kayu. Tubuh ketiban tanah. Tangan biru-biru. Semua datang coba tolong, tapi semenit saja rasanya enggak tahan, lama banget, enggak bisa gerak. Sekarang yang dirasakan langsung diurut, karena mati rasa," ungkapnya.
Sementara itu hingga tadi pagi Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail berkunjung ke lokasi longsor, Fajriyah masih belum mendapatkan tindakan medis. Camat dan pihak puskesmas langsung diperintahkan merawat Fajriyah.
(stb)