Gunungsari dibayangi longsor susulan
Selasa, 18 Desember 2012 - 19:42 WIB
Gunungsari dibayangi longsor susulan
A
A
A
Sindonews.com - Belasan kepala keluarga (KK) di Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, masih dihantui bencana alam longsor susulan. Hal itu, dikeluhkan warga setempat, menyusul terjadi retakan tanah disejumlah titik tidak jauh dari lokasi longsor.
Keluhan itu disampaikan saat Ketua DPRD Ciamis Asep Roni melakukan peninjauan di sejumlah lokasi longsor di Desa Gunungsari. Sebelumnya, bencana alam longsor terjadi di tiga dusun di Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis dalam waktu bersamaan. Ketiga dusun itu, yakni Dusun Cikatomas, Dusun Desa dan Dusun Cilopadang.
Selain merusak tiga rumah, longsor di dusun berbeda juga menutup irigasi dan membuat jalan menuju Gunungsari Amblas. Akibat hujan deras yang terus menguyur, retakan di badan jalan menuju Gunungsari mencapai panjang 100 meter, bahkan retakan jalan itu diperkirakan masih akan terus bertambah, karena sejak longsor pertama kali pada Minggu 16 Desember 2012 lalu, retakan terus membesar dan bertambah.
Kepala Desa Gunungsari Kecamatan Sadananya Apud Saripudin menjelaskan, pasca terjadi bencana alam longsor di daerahnya penagan darurat untuk hari ketiga masih terus dilakukan. Di Dusun Cikatomas selain masih ada warga yang mengungsi, penaganan longsor di Dusun Cilopadang dilakuakn dengan cara menutup sementara akses jalan untuk kendaraan roda empat dengan mengunakan bambu.
“Hari ini akan segera kami pasang, karena kondisi di sekitar jalan timbul retakan tanah yang lebih panjang,” terang Apud, Selasa (18/12/2012).
Penutupan jalan untuk kendaran roda empat, lanjut Apud, selain untuk menghindari korban jiwa juga dilakukan karena kendaraan roda empat mempunyai bobot yang berat dan bisa memperparah kondisi retakan jalan.
“Jalan tersebut berada di antara tebing yang sudah longsor baik di atas maupun di bawah jalan, sehingga berbahaya jika dilalui kendaraan roda empat. Akses jalan menuju terminal Sadanaya juga terpaksa dialihkan sementara melalui jalan alternatif dengan risiko lebih jauh lima kilometer,” jelas Apud.
Apud berharap, Pemkab Ciamis segera bisa mengantisipasi terjadinya jalan ambrol, karena akan berdampak buruk terhadap perekonomian dan pendidikan masayarakat.
“Saat ini ada sekitar 300 industri rumahan yang bergerak dibidang makroni dan roti yang setiap hari memasarkan produksnya ke luar kecamatan, kalau ambrol bisa bangkrut. Selain itu, untuk berangkat ke sekolah siswa SD dan MTS harus memutar jalan sejauh lima kilometer,” ujarnya.
Ketua DPRD Ciamis Asep Roni meminta, agar Dinas Bina Marga Energi Sumber Daya Air Kabupaten Ciamis secepatnya membangun tembok penahan tebing agar jalan terebut tidak ambrol. Karena retaakan terus bertamabah, lanjut Asep, jika terjadi longsor bukan hanya akses jalan yang tertutup tapi irigasi yang mengaliri ratusan hektar sawah juga akan tertimbun.
“Tembok penahan tebing harus segera dibangun sebelum ambrol terjadi,” tegasnya.
Sementara itu, di lokasi longsor lain puluhan personel TNI dipimpin langsung Dandim Letkol Inf Wawan Erawan bersama masyarakat terus menyingkirkan material longsor di empat titik di Didusun Cikatomas Desa Gunungsari baik yang menimpa irigasi maupun rumah warga.
“Kami terjunkan 100 personel TNI untuk membersihkan material longsor. Anggota akan ditarik sampai kondisi normal kembali,” pungkas Wawan.
Keluhan itu disampaikan saat Ketua DPRD Ciamis Asep Roni melakukan peninjauan di sejumlah lokasi longsor di Desa Gunungsari. Sebelumnya, bencana alam longsor terjadi di tiga dusun di Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis dalam waktu bersamaan. Ketiga dusun itu, yakni Dusun Cikatomas, Dusun Desa dan Dusun Cilopadang.
Selain merusak tiga rumah, longsor di dusun berbeda juga menutup irigasi dan membuat jalan menuju Gunungsari Amblas. Akibat hujan deras yang terus menguyur, retakan di badan jalan menuju Gunungsari mencapai panjang 100 meter, bahkan retakan jalan itu diperkirakan masih akan terus bertambah, karena sejak longsor pertama kali pada Minggu 16 Desember 2012 lalu, retakan terus membesar dan bertambah.
Kepala Desa Gunungsari Kecamatan Sadananya Apud Saripudin menjelaskan, pasca terjadi bencana alam longsor di daerahnya penagan darurat untuk hari ketiga masih terus dilakukan. Di Dusun Cikatomas selain masih ada warga yang mengungsi, penaganan longsor di Dusun Cilopadang dilakuakn dengan cara menutup sementara akses jalan untuk kendaraan roda empat dengan mengunakan bambu.
“Hari ini akan segera kami pasang, karena kondisi di sekitar jalan timbul retakan tanah yang lebih panjang,” terang Apud, Selasa (18/12/2012).
Penutupan jalan untuk kendaran roda empat, lanjut Apud, selain untuk menghindari korban jiwa juga dilakukan karena kendaraan roda empat mempunyai bobot yang berat dan bisa memperparah kondisi retakan jalan.
“Jalan tersebut berada di antara tebing yang sudah longsor baik di atas maupun di bawah jalan, sehingga berbahaya jika dilalui kendaraan roda empat. Akses jalan menuju terminal Sadanaya juga terpaksa dialihkan sementara melalui jalan alternatif dengan risiko lebih jauh lima kilometer,” jelas Apud.
Apud berharap, Pemkab Ciamis segera bisa mengantisipasi terjadinya jalan ambrol, karena akan berdampak buruk terhadap perekonomian dan pendidikan masayarakat.
“Saat ini ada sekitar 300 industri rumahan yang bergerak dibidang makroni dan roti yang setiap hari memasarkan produksnya ke luar kecamatan, kalau ambrol bisa bangkrut. Selain itu, untuk berangkat ke sekolah siswa SD dan MTS harus memutar jalan sejauh lima kilometer,” ujarnya.
Ketua DPRD Ciamis Asep Roni meminta, agar Dinas Bina Marga Energi Sumber Daya Air Kabupaten Ciamis secepatnya membangun tembok penahan tebing agar jalan terebut tidak ambrol. Karena retaakan terus bertamabah, lanjut Asep, jika terjadi longsor bukan hanya akses jalan yang tertutup tapi irigasi yang mengaliri ratusan hektar sawah juga akan tertimbun.
“Tembok penahan tebing harus segera dibangun sebelum ambrol terjadi,” tegasnya.
Sementara itu, di lokasi longsor lain puluhan personel TNI dipimpin langsung Dandim Letkol Inf Wawan Erawan bersama masyarakat terus menyingkirkan material longsor di empat titik di Didusun Cikatomas Desa Gunungsari baik yang menimpa irigasi maupun rumah warga.
“Kami terjunkan 100 personel TNI untuk membersihkan material longsor. Anggota akan ditarik sampai kondisi normal kembali,” pungkas Wawan.
(rsa)