Diusir Satpol PP, warga rusak Gedung Pemkab Lahat
Selasa, 18 Desember 2012 - 17:53 WIB
Diusir Satpol PP, warga rusak Gedung Pemkab Lahat
A
A
A
Sindonews.com - Aksi anarkis terjadi antara ratusan warga Desa Jajaran Lama, Kecamatan Kikim Barat, yang melakukan unjukrasa, di halaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Kericuhan pecah saat massa yang tengah usai menyantap makan siang tersebut tiba-tiba didatangi anggota Satpol PP yang dipimpin langsung Kepala Satpol PP Abdul Haris yang berujung pada adu argumentasi. Alhasil, ketegangan pun terjadi.
Tak lama kemudian, terdengar dua kali tembakan peringatan dari salah satu oknum Pol PP yang berada di tengah tengah kerumunan warga.
Tak pelak, massa yang sudah geram dengan kondisi tersebut langsung menyerang dan meringsek masuk ke Kantor Pemkab Lahat. Kekesalan massa pun terus diluapkan. Berbekal kayu dan batu, massa ini kemudian merusak beberapa kaca pintu utama Kantor Pemkab Lahat. Sejumlah pot bunga berukuran besar juga hancur dirusak massa. Bahkan, salah seorang wartawan mengalami luka bagian pelipis saat melakukan tugas peliputan.
Kondisi berangsur kondusif setelah aparat Kepolisian dibantu jajaran TNI Kodim 0405 Lahat memberikan pengawalan di Kantor Pemkab. Sedangkan seluruh anggota Satpol PP diminta untuk mundur guna menghindari aksi susulan.
“Kami ini manusia, bukan binatang yang bisa diusir seenaknya. Apalagi ini gedung milik rakyat. Jadi kami berhak mengadu ke pemerintah,” teriak salah seorang warga, di Kantor Pemkab Lahat, Selasa (18/12/2012).
Diketahui kedatangan massa ini mendesak Bupati Lahat Saifudin Aswari Rivai untuk mencopot oknum Kepala Desa (kades) Jajaran Lama, SP yang diduga terlibat sejumlah penyimpangan yang merugikan masyarakat.
Menurut perwakilan warga, Abdurahman, banyak hal yang mendasari warga melakukan unjukrasa. Kades sudah diduga melakukan pelanggaran dan penyelewengan jabatannya.
"Bantuan Gubernur tak transparan, dana konpensasi PT Aditarwan, terduga mengkonsumsi narkoba, dan bertingkah arogan," jelasnya.
Menurutnya, unjukrasa yang dilakukan warga merupakan aksi yang kesekian kalinya. Hanya saja hingga saat ini belum ada keputusan pasti, hingga keresahan warga dinilai memuncak.
"Kami mengancam akan menduduki dan bermalam di halaman Pemkab sampai ada keputusan Kades dimaksud berhenti dari jabatannya. Kami bakal menginap, memasak air, dan juga akan menanak nasi. Kami tidak akan pulang sampai ada kejelasan dari Pemkab. Kami tidak ingin dipimpin oleh kades yang arogan,” tegasnya.
Terpisah, Asisten I Setda Lahat Ahdin Djasri mengaku menerima tuntutan warga tersebut. Hanya saja untuk melakukan pencopotan terhadap jabatan kades harus melalui proses. Dirinya menyesalkan sampai adanya aksi kekerasan, seharusnya semuanya bias dibicarakan baik-baik.
“Kami hanya mengimbau semua pihak untuk bisa menahan diri. Kami sesalkan kejadian ini bisa terjadi,” ujarnya.
Kasat Reskrim Polres Lahat AKP God Parlasro yang juga mengamankan lokasi meminta warga untuk bisa menahan emosi dan tidak melakukan aksi anarkis.
“Semuanya sudah kita sampaikan ke Pemkab. Kalau sudah berbuat anarkistis tentu membuat permasalahan baru. Kami minta tetap berpikir jernih,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, ratusan warga masih menduduki kantor Pemkab Lahat dibawah pengawalan ketat petugas Kepolisian serta TNI.
Kericuhan pecah saat massa yang tengah usai menyantap makan siang tersebut tiba-tiba didatangi anggota Satpol PP yang dipimpin langsung Kepala Satpol PP Abdul Haris yang berujung pada adu argumentasi. Alhasil, ketegangan pun terjadi.
Tak lama kemudian, terdengar dua kali tembakan peringatan dari salah satu oknum Pol PP yang berada di tengah tengah kerumunan warga.
Tak pelak, massa yang sudah geram dengan kondisi tersebut langsung menyerang dan meringsek masuk ke Kantor Pemkab Lahat. Kekesalan massa pun terus diluapkan. Berbekal kayu dan batu, massa ini kemudian merusak beberapa kaca pintu utama Kantor Pemkab Lahat. Sejumlah pot bunga berukuran besar juga hancur dirusak massa. Bahkan, salah seorang wartawan mengalami luka bagian pelipis saat melakukan tugas peliputan.
Kondisi berangsur kondusif setelah aparat Kepolisian dibantu jajaran TNI Kodim 0405 Lahat memberikan pengawalan di Kantor Pemkab. Sedangkan seluruh anggota Satpol PP diminta untuk mundur guna menghindari aksi susulan.
“Kami ini manusia, bukan binatang yang bisa diusir seenaknya. Apalagi ini gedung milik rakyat. Jadi kami berhak mengadu ke pemerintah,” teriak salah seorang warga, di Kantor Pemkab Lahat, Selasa (18/12/2012).
Diketahui kedatangan massa ini mendesak Bupati Lahat Saifudin Aswari Rivai untuk mencopot oknum Kepala Desa (kades) Jajaran Lama, SP yang diduga terlibat sejumlah penyimpangan yang merugikan masyarakat.
Menurut perwakilan warga, Abdurahman, banyak hal yang mendasari warga melakukan unjukrasa. Kades sudah diduga melakukan pelanggaran dan penyelewengan jabatannya.
"Bantuan Gubernur tak transparan, dana konpensasi PT Aditarwan, terduga mengkonsumsi narkoba, dan bertingkah arogan," jelasnya.
Menurutnya, unjukrasa yang dilakukan warga merupakan aksi yang kesekian kalinya. Hanya saja hingga saat ini belum ada keputusan pasti, hingga keresahan warga dinilai memuncak.
"Kami mengancam akan menduduki dan bermalam di halaman Pemkab sampai ada keputusan Kades dimaksud berhenti dari jabatannya. Kami bakal menginap, memasak air, dan juga akan menanak nasi. Kami tidak akan pulang sampai ada kejelasan dari Pemkab. Kami tidak ingin dipimpin oleh kades yang arogan,” tegasnya.
Terpisah, Asisten I Setda Lahat Ahdin Djasri mengaku menerima tuntutan warga tersebut. Hanya saja untuk melakukan pencopotan terhadap jabatan kades harus melalui proses. Dirinya menyesalkan sampai adanya aksi kekerasan, seharusnya semuanya bias dibicarakan baik-baik.
“Kami hanya mengimbau semua pihak untuk bisa menahan diri. Kami sesalkan kejadian ini bisa terjadi,” ujarnya.
Kasat Reskrim Polres Lahat AKP God Parlasro yang juga mengamankan lokasi meminta warga untuk bisa menahan emosi dan tidak melakukan aksi anarkis.
“Semuanya sudah kita sampaikan ke Pemkab. Kalau sudah berbuat anarkistis tentu membuat permasalahan baru. Kami minta tetap berpikir jernih,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, ratusan warga masih menduduki kantor Pemkab Lahat dibawah pengawalan ketat petugas Kepolisian serta TNI.
(rsa)