Polisi Semarang diteror, 2 Pos Polantas dirusak
Selasa, 18 Desember 2012 - 14:34 WIB
Polisi Semarang diteror, 2 Pos Polantas dirusak
A
A
A
Sindonews.com - Aksi teror terhadap fasilitas yang dimiliki polisi terjadi di wilayah hukum Polrestabes Semarang. Dua Pos Polisi Lalu Lintas (Polantas) dirusak Orang Tak Dikenal (OTK). Kaca pos polisi itu pecah karena dilempar paving dan batu.
Dua Pos Polantas yang dirusak itu masing-masing, Pos Polantas Gajah Mada, Jalan Gajah Mada tepatnya di perempatan Manggala arah Kampung Kali, Kecamatan Semarang Tengah. Kemudian Pos Polantas Jalan Kelud Raya, sebelah timur jembatan Banjir Kanal Barat, Kelurahan Petompon, Kecamatan Gajahmungkur.
Informasi yang dihimpun SINDO di lapangan, Pos Polantas Gajahmada diketahui rusak sekira pukul 07.00 WIB, Selasa (18/12/2012). Saat petugas tiba di pos, keadaan kaca sudah pecah. Saat ditinggal petugas melaksanakan apel pagi, ternyata pos itu kembali dirusak di bagian kaca pintu. Sementara Pos Polisi Kaligarang, diketahui kacanya pecah sekira pukul 08.00 WIB.
Petugas Lalu Lintas di Pos Polantas Gajahmada, Bripda Widiyanto, mengatakan ada paving dan pecahan ubin yang ditemukan di dalam pos.
"Sebelumnya kaca tidak pecah, saat hendak tugas kacanya pecah, kemungkinan dilempar," ungkapnya, saat ditemui di Pos Polantas Gajahmada, Selasa (18/12/2012).
Ia mengaku tidak tahu menahu bagaimana perusakan itu terjadi.
Salah seorang penjaja koran yang biasa mangkal di sekitar perempatan Pos Polantas Gajahmada, mengaku melihat seorang pemuda mengendarai sepeda motor matic Honda Beat di sekitar pos melempar batu.
"Sempat berhenti di dekat situ, pake helm putih, satu orang, kelihatannya sedang menelpon, tiba-tiba saja melempar batu ke kaca pos, lalu pergi ke arah Simpanglima," timpalnya.
Sementara Lutfi (21) warga Kelurahan Petompon, mengatakan kaca Pos Polantas Kaligarang itu terlihat rusak sekitar pukul 08.00 WIB.
"Saya lewat sebelum pukul 08.00 kacanya belum pecah, pas lewat lagi ternyata sudah pecah," katanya.
Tim Reserse Mobil (Resmob) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Semarang juga terlihat tiba di lokasi kejadian.
Informasi yang didapat, di Pos Polantas Gajahmada terpasang Closed Circuit Television (CCTV). Namun, kamera pengintai itu menjangkau persimpangan di lokasi. Sehingga jika ada pelempar dari jarak dekat, tidak terjangkau CCTV.
Hingga berita ini diturunkan belum didapat konfirmasi resmi dari pimpinan kepolisian setempat terkait hal ini.
Dua Pos Polantas yang dirusak itu masing-masing, Pos Polantas Gajah Mada, Jalan Gajah Mada tepatnya di perempatan Manggala arah Kampung Kali, Kecamatan Semarang Tengah. Kemudian Pos Polantas Jalan Kelud Raya, sebelah timur jembatan Banjir Kanal Barat, Kelurahan Petompon, Kecamatan Gajahmungkur.
Informasi yang dihimpun SINDO di lapangan, Pos Polantas Gajahmada diketahui rusak sekira pukul 07.00 WIB, Selasa (18/12/2012). Saat petugas tiba di pos, keadaan kaca sudah pecah. Saat ditinggal petugas melaksanakan apel pagi, ternyata pos itu kembali dirusak di bagian kaca pintu. Sementara Pos Polisi Kaligarang, diketahui kacanya pecah sekira pukul 08.00 WIB.
Petugas Lalu Lintas di Pos Polantas Gajahmada, Bripda Widiyanto, mengatakan ada paving dan pecahan ubin yang ditemukan di dalam pos.
"Sebelumnya kaca tidak pecah, saat hendak tugas kacanya pecah, kemungkinan dilempar," ungkapnya, saat ditemui di Pos Polantas Gajahmada, Selasa (18/12/2012).
Ia mengaku tidak tahu menahu bagaimana perusakan itu terjadi.
Salah seorang penjaja koran yang biasa mangkal di sekitar perempatan Pos Polantas Gajahmada, mengaku melihat seorang pemuda mengendarai sepeda motor matic Honda Beat di sekitar pos melempar batu.
"Sempat berhenti di dekat situ, pake helm putih, satu orang, kelihatannya sedang menelpon, tiba-tiba saja melempar batu ke kaca pos, lalu pergi ke arah Simpanglima," timpalnya.
Sementara Lutfi (21) warga Kelurahan Petompon, mengatakan kaca Pos Polantas Kaligarang itu terlihat rusak sekitar pukul 08.00 WIB.
"Saya lewat sebelum pukul 08.00 kacanya belum pecah, pas lewat lagi ternyata sudah pecah," katanya.
Tim Reserse Mobil (Resmob) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Semarang juga terlihat tiba di lokasi kejadian.
Informasi yang didapat, di Pos Polantas Gajahmada terpasang Closed Circuit Television (CCTV). Namun, kamera pengintai itu menjangkau persimpangan di lokasi. Sehingga jika ada pelempar dari jarak dekat, tidak terjangkau CCTV.
Hingga berita ini diturunkan belum didapat konfirmasi resmi dari pimpinan kepolisian setempat terkait hal ini.
(ysw)