Pengusaha batubara minta toleransi
Selasa, 18 Desember 2012 - 09:50 WIB
Pengusaha batubara minta toleransi
A
A
A
Sindonews.com – Operasional jalan khusus batubara bagi angkutan batubara terus mendapat sorotan. Setelah sebelumnya warga sekitar yang protes lantaran drainase sawah mereka tertutup, kali ini Asosiasi Angkutan Batubara Kabupaten Lahat (AABKL) meminta toleransi dari Pemprov untuk dapat menggunakan jalur umum.
Ketua AABKL, Hudson Arpan mengatakan, perwakilan mereka sendiri baru saja mengirimkan wakilnya untuk mensurvei situasi dan kondisi jalur khusus ini sendiri kemarin.
Hasilnya beberapa titik ruas jalur yang ada, kontur tanahnya masih sangat labil, dan jelas membahayakan jika dilintasi truk atau tronton pengangkut batubara kedepannya.
“Beberapa ruas, bahkan ada yang tergenang air saat hujan turun. Kita coba melintas, ternyata butuh perjuangan keras, padahal menggunakan mobil ukuran kecil,” katanya di Lahat, Selasa (18/12/2012).
Ia mengatakan, beberapa jembatan yang ada juga nampak meragukan kualitasnya, dan jelas butuh perbaikan ataupun penyempurnaan kedepannya. Menurut prediksi, hal ini jelas masih jauh dari kata sempurna untuk dilintasi dalam waktu dekat ini, dan bakal merugikan pengusaha, jika terjadi kecelakaan.
“Kami butuh pengertian dan bakal segera mengirim surat ke gubernur, perihal memohonkan keringanan dan kelonggaran untuk bisa tetap menggunakan jalur umum, hingga jalur khusus benar-benar digunakan maksimal,” katanya.
Ketua AABKL, Hudson Arpan mengatakan, perwakilan mereka sendiri baru saja mengirimkan wakilnya untuk mensurvei situasi dan kondisi jalur khusus ini sendiri kemarin.
Hasilnya beberapa titik ruas jalur yang ada, kontur tanahnya masih sangat labil, dan jelas membahayakan jika dilintasi truk atau tronton pengangkut batubara kedepannya.
“Beberapa ruas, bahkan ada yang tergenang air saat hujan turun. Kita coba melintas, ternyata butuh perjuangan keras, padahal menggunakan mobil ukuran kecil,” katanya di Lahat, Selasa (18/12/2012).
Ia mengatakan, beberapa jembatan yang ada juga nampak meragukan kualitasnya, dan jelas butuh perbaikan ataupun penyempurnaan kedepannya. Menurut prediksi, hal ini jelas masih jauh dari kata sempurna untuk dilintasi dalam waktu dekat ini, dan bakal merugikan pengusaha, jika terjadi kecelakaan.
“Kami butuh pengertian dan bakal segera mengirim surat ke gubernur, perihal memohonkan keringanan dan kelonggaran untuk bisa tetap menggunakan jalur umum, hingga jalur khusus benar-benar digunakan maksimal,” katanya.
(ysw)