Beli mobdin baru, Pemkot Depok tak tahu malu
Senin, 17 Desember 2012 - 20:14 WIB
Beli mobdin baru, Pemkot Depok tak tahu malu
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Depok dinilai tidak memiliki malu, kendati sudah mendapatkan predikat sebagai kota dengan pelayanan publik terburuk se-Indonesia oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu tampak pada pembelian 10 unit mobil dinas baru oleh Pemkot dengan alasan demi perbaikan pelayanan.
"Seharusnya, Pemkot Depok berbenah diri dengan predikat tersebut, bukan justru menambah kendaraan baru. Saya akan pertanyakan untuk apa mobil baru ini dibeli? Dan untuk siapa?," tanya Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Depok, Babai Suhaemi, di Depok, Senin (17/12/2012).
Ditegaskan dia, pemkot memang berhak membeli kendaraan baru sesuai anggaran. Namun yang perlu diperhatikan, pembelian mobil harus sesuai dengan kepentingan pelayanan masyarakat. Bahkan penerima kendaraan dinas nantinya harus merasa malu menggunakan mobil itu.
"Saya berharap mereka yang menerima mobil itu nantinya bisa malu. Malu karena hasil penilaian KPK buruk," cetusnya.
Lebih lanjut, Babai meminta Wali Kota Depok Nur Mahmudi tidak memberikan mobil baru pada dinas yang nilainya masih buruk. Mereka harus menunjukan integritas dan kemampuan mereka terlebih dahulu.
"Kalau nilainya buruk, buat apa dikasih? Mending kasih kepada mereka yang nilainya sudah bagus. Itu buat pelajaran kepada dinas yang bekerja tidak serius," ujar Ketua DPD Golkar Depok itu.
"Seharusnya, Pemkot Depok berbenah diri dengan predikat tersebut, bukan justru menambah kendaraan baru. Saya akan pertanyakan untuk apa mobil baru ini dibeli? Dan untuk siapa?," tanya Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Depok, Babai Suhaemi, di Depok, Senin (17/12/2012).
Ditegaskan dia, pemkot memang berhak membeli kendaraan baru sesuai anggaran. Namun yang perlu diperhatikan, pembelian mobil harus sesuai dengan kepentingan pelayanan masyarakat. Bahkan penerima kendaraan dinas nantinya harus merasa malu menggunakan mobil itu.
"Saya berharap mereka yang menerima mobil itu nantinya bisa malu. Malu karena hasil penilaian KPK buruk," cetusnya.
Lebih lanjut, Babai meminta Wali Kota Depok Nur Mahmudi tidak memberikan mobil baru pada dinas yang nilainya masih buruk. Mereka harus menunjukan integritas dan kemampuan mereka terlebih dahulu.
"Kalau nilainya buruk, buat apa dikasih? Mending kasih kepada mereka yang nilainya sudah bagus. Itu buat pelajaran kepada dinas yang bekerja tidak serius," ujar Ketua DPD Golkar Depok itu.
(san)