Perampokan toko beras sudah direncanakan
Senin, 17 Desember 2012 - 16:56 WIB
Perampokan toko beras sudah direncanakan
A
A
A
Sindonews.com- Perampokan Toko Beras Sejahtera Ruko Villa Melati Mas, sebelumnya sudah direncanakan oleh kawanan pelaku.
Karena, FN datang ke rumah kontrakan tersangka MS, untuk mengajaknya merampok ditoko sembako didaerah Serpong.
MS kemudian menghubungi temannya A untuk ikut merampok Tokoh tersebut. Mereka kemudian berkumpul di Jalan Bitung sekitar Jam 11.30.
Lalu menjemput tersangka S, di Jalan Alwin, setelah itu kelompok ini menuju TKP untuk melakukan aksinya.
"Setelah melihat situasi aman, tersangka MS, mendekati korban laki-laki dan membekap mulutnya dan dijatuhkan ke lantai,” ujar Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Toni Hermanto di Polda Metro Jaya, senin (17/12/2012).
Ia menjelaskan, FN kemudian masuk dan menutup pintu, sementara A memiting korban perempuan, membekap mulutnya.
“Korban yang terus berteriak membuat FN membenturkan kepalanya ke lantai, hingga tak bersuara lagi," kata Toni Hermanto.
Setelah korban tak berdaya, pelaku mengambil handpon korban, dan uang tunai Rp5 juta dan barang-barang lainnya.
Korban menderita kerugian sekitar Rp30 juta rupiah.
Sementara Tutik Lestari meninggal saat perampokan tersebut akibat benturan dan perekat yang menutup mulutnya.
"Korban menderita kerugian sekitar Rp30 juta, karena pelaku mengambil hp, uang tunai sebesar lima juta rupiah serta barang-barang lainnya," ujarnya.
Komplotan ini, lanjutnya, kemungkinan sudah melakukan beberapa kali perampokan, karena itu polisi akan mendalami perampokan lain yang mungkin berkaitan dengan komplotan ini.
Karena, FN datang ke rumah kontrakan tersangka MS, untuk mengajaknya merampok ditoko sembako didaerah Serpong.
MS kemudian menghubungi temannya A untuk ikut merampok Tokoh tersebut. Mereka kemudian berkumpul di Jalan Bitung sekitar Jam 11.30.
Lalu menjemput tersangka S, di Jalan Alwin, setelah itu kelompok ini menuju TKP untuk melakukan aksinya.
"Setelah melihat situasi aman, tersangka MS, mendekati korban laki-laki dan membekap mulutnya dan dijatuhkan ke lantai,” ujar Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Toni Hermanto di Polda Metro Jaya, senin (17/12/2012).
Ia menjelaskan, FN kemudian masuk dan menutup pintu, sementara A memiting korban perempuan, membekap mulutnya.
“Korban yang terus berteriak membuat FN membenturkan kepalanya ke lantai, hingga tak bersuara lagi," kata Toni Hermanto.
Setelah korban tak berdaya, pelaku mengambil handpon korban, dan uang tunai Rp5 juta dan barang-barang lainnya.
Korban menderita kerugian sekitar Rp30 juta rupiah.
Sementara Tutik Lestari meninggal saat perampokan tersebut akibat benturan dan perekat yang menutup mulutnya.
"Korban menderita kerugian sekitar Rp30 juta, karena pelaku mengambil hp, uang tunai sebesar lima juta rupiah serta barang-barang lainnya," ujarnya.
Komplotan ini, lanjutnya, kemungkinan sudah melakukan beberapa kali perampokan, karena itu polisi akan mendalami perampokan lain yang mungkin berkaitan dengan komplotan ini.
(stb)