4 sektor pajak sumbang PAD Depok terbesar
Senin, 17 Desember 2012 - 14:56 WIB
4 sektor pajak sumbang PAD Depok terbesar
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Depok mengungkapkan pendapatan dari sektor pajak Tahun 2012 meningkat 25 persen dibanding tahun lalu.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Depok tahun ini total terealisasi Rp400 milyar, meningkat dari tahun lalu Rp357 milyar.
Dinas Pendapatan Pengelolaan dan Aset (DPPKA) Kota Depok menargetkan, PAD tahun depan meningkat hingga Rp500 milyar.
Peningkatan tersebut didominasi oleh pajak daerah. Ketua DPRD Kota Depok Rintisyanto mengatakan, selama tiga tahun terakhir, tingkat kesadaran wajib pajak meningkat.
Terbukti dari angka PAD yang terus meningkat. "Selama 3 tahun terakhir, tingkat kesadaran para wajib pajak di Depok sungguh sangat luar biasa perbedaannya," ujarnya di Cibubur, Depok, Senin (17/12/12).
Rintis mengungkapkan, terdapat empat sektor pajak yang menyumbang PAD terbesar.
Karena itu, seluruh wajib pajak didorong untuk memiliki kesadaran tinggi membayar pajak tepat waktu.
"Kebanyakan dan yang terbesar dari pajak hotel, pajak restoran, PBB dan BPHTB, 4 sektor pajak itu yang menjadi pemasukkan terbesar," paparnya.
Rintis mengaitkan sektor pajak mampu menyokong pendidikan. Menurutnya, Depok belum mampu seperti DKI Jakarta yang menggratiskan pendidikan karena sektor pajak dan kesadaran wajib pajak masih kurang.
"Di DKI pendidikan gratis hingga SMA, di Depok tidak semuanya gratis, belum sampai tahapan gratis seperti di DKI, karena kemampuan anggaran yang harus didorong dari sektor pajak," tukasnya.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Depok tahun ini total terealisasi Rp400 milyar, meningkat dari tahun lalu Rp357 milyar.
Dinas Pendapatan Pengelolaan dan Aset (DPPKA) Kota Depok menargetkan, PAD tahun depan meningkat hingga Rp500 milyar.
Peningkatan tersebut didominasi oleh pajak daerah. Ketua DPRD Kota Depok Rintisyanto mengatakan, selama tiga tahun terakhir, tingkat kesadaran wajib pajak meningkat.
Terbukti dari angka PAD yang terus meningkat. "Selama 3 tahun terakhir, tingkat kesadaran para wajib pajak di Depok sungguh sangat luar biasa perbedaannya," ujarnya di Cibubur, Depok, Senin (17/12/12).
Rintis mengungkapkan, terdapat empat sektor pajak yang menyumbang PAD terbesar.
Karena itu, seluruh wajib pajak didorong untuk memiliki kesadaran tinggi membayar pajak tepat waktu.
"Kebanyakan dan yang terbesar dari pajak hotel, pajak restoran, PBB dan BPHTB, 4 sektor pajak itu yang menjadi pemasukkan terbesar," paparnya.
Rintis mengaitkan sektor pajak mampu menyokong pendidikan. Menurutnya, Depok belum mampu seperti DKI Jakarta yang menggratiskan pendidikan karena sektor pajak dan kesadaran wajib pajak masih kurang.
"Di DKI pendidikan gratis hingga SMA, di Depok tidak semuanya gratis, belum sampai tahapan gratis seperti di DKI, karena kemampuan anggaran yang harus didorong dari sektor pajak," tukasnya.
(stb)