Tertibkan JKS, polisi gunakan sistem persuasif
Senin, 17 Desember 2012 - 11:04 WIB
Tertibkan JKS, polisi gunakan sistem persuasif
A
A
A
Sindonews.com – Untuk melakukan penertiban di Jalur Khusus Sepeda (JKS), yang terdapat di lingkungan Banjir Kanal Timur (BKT), Satuan Lalu Lintas, Polres Jakarta Timur mengerahkan 15 personel anggotanya.
Namun, dalam penertiban ini, anggota yang dikerahkan diminta untuk melakukan tindakan persuasif bagi pelanggar. Hal itu diungkapkan Kasat Lantas Polres Jakarta Timur, AKBP Supoyo.
“Untuk menertibkan jalur khusus sepeda, yang kemarin diresmikan oleh Gubernur, saya kerahkan anggota sekitar 10 sampai dengan 15 personel,” ujar Supoyo kepada Sindonews.com melalui telepon, Senin (17/12/2012).
Ia mengaku, penertiban yang dilakukan untuk kali pertama, anggota Satlantas di lapangan, tidak langsung melakukan tindakan tegas dengan memberikan surat tilang kepada pelanggar.
Namun, petugas akan memberikan pengarahan dan ajakan untuk bisa tertib berlalulintas.
“Rambu sudah di pasang, jadi tidak ada alasan bagi pengguna motor dan mobil, untuk menggunakan jalur khusus sepeda. Namun, karena hari ini, pertama kali dilakukan penertiban, maka anggota akan memberlakukan sistem persuasif,” katanya.
Kendati demikian, lanjutnya, petugas tidak segan-segan akan melakukan tindakan tegas.
Apabila, pengguna motor dan mobil tidak mentaati rambu yang sudah ada.
“Apabila melakukan kesalahan berulang kali, maka langsung ditindak tegas,” tegasnya.
Namun, dalam penertiban ini, anggota yang dikerahkan diminta untuk melakukan tindakan persuasif bagi pelanggar. Hal itu diungkapkan Kasat Lantas Polres Jakarta Timur, AKBP Supoyo.
“Untuk menertibkan jalur khusus sepeda, yang kemarin diresmikan oleh Gubernur, saya kerahkan anggota sekitar 10 sampai dengan 15 personel,” ujar Supoyo kepada Sindonews.com melalui telepon, Senin (17/12/2012).
Ia mengaku, penertiban yang dilakukan untuk kali pertama, anggota Satlantas di lapangan, tidak langsung melakukan tindakan tegas dengan memberikan surat tilang kepada pelanggar.
Namun, petugas akan memberikan pengarahan dan ajakan untuk bisa tertib berlalulintas.
“Rambu sudah di pasang, jadi tidak ada alasan bagi pengguna motor dan mobil, untuk menggunakan jalur khusus sepeda. Namun, karena hari ini, pertama kali dilakukan penertiban, maka anggota akan memberlakukan sistem persuasif,” katanya.
Kendati demikian, lanjutnya, petugas tidak segan-segan akan melakukan tindakan tegas.
Apabila, pengguna motor dan mobil tidak mentaati rambu yang sudah ada.
“Apabila melakukan kesalahan berulang kali, maka langsung ditindak tegas,” tegasnya.
(stb)