Gagal dimekarkan, warga Muratara diimbau tak anarkis
Sabtu, 15 Desember 2012 - 03:11 WIB
Gagal dimekarkan, warga Muratara diimbau tak anarkis
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel, Irjen Pol Iskandar Hasan mengimbau warga Musirawas Utara (Muratara) agar jangan berbuat anarkis pasca belum ditetapknya Kabupaten Muratara sebagai kabupaten baru di Sumsel.
"Saya sudah telepon semua tokoh masyarakat Muratara di Jakarta dan saya sudah katakan kepada mereka bahwa masalah ini (penetapan Muratara sebagai Kabupaten baru) sudah di pusat, jadi tidak ada guna melakuan demo dan memblokir jalan," ungkap Kapolda Sumsel Irjen Pol Iskandar Hasan kepada SINDO usai Shalat Jumat di Masjid Mapolda Sumsel, Jumat (14/12/2012).
Akibat aksi demo dan memblokir jalan tersebut, sambung Jenderal Bintang Dua ini, yang awalnya orang simpatik, jadi tidak simpatik dengan aksi-aksi seperti itu. Malah sebaliknya menurunkan kredibelitas orang Muratara sendiri nantinya.
"Jadi tolonglah menahan diri dan bersabar, saya juga asli sana (Musi Rawas dan Muratara). Kalau belum puas dengan keputusan itu, kejar ke pusat, lengkapi semua persyaratan yang dinilai kurang, itu semuakan ada aturannya yang dibuat pemerintah pusat," tandasnya.
Disinggung apakah Polda Sumsel bakal menurunkan pasukan bantuan mengamankan Kamtibmas di Musi Rawas, alumni AKABRI 1980 ini menyatakan, tidak perlu.
"Kapolres sudah saya perintahkan untuk turun ke bawah menenangkan warga disana dan terus melakukan pendekatan persuasif dan mengajak warga disana untuk berdialog, agar mereka tak melakukan demo dan pemblokiran jalan," tegasnya.
Ketika ditanya kondisi terakhir Muratara hari ini, Iskandar mengatakan sudah aman dan kondusif.
Sebagaimana diberitakan SINDO, beberapa hari sebelum penetapan kabupaten baru oleh Komisi II DPR RI dan Mendagri, puluhan warga Muratara melakukan demo dan pemblokiran jalan di wilayah mereka di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), sehingga membuat arus lalu-lintas di Jalinsum terhambat.
"Saya sudah telepon semua tokoh masyarakat Muratara di Jakarta dan saya sudah katakan kepada mereka bahwa masalah ini (penetapan Muratara sebagai Kabupaten baru) sudah di pusat, jadi tidak ada guna melakuan demo dan memblokir jalan," ungkap Kapolda Sumsel Irjen Pol Iskandar Hasan kepada SINDO usai Shalat Jumat di Masjid Mapolda Sumsel, Jumat (14/12/2012).
Akibat aksi demo dan memblokir jalan tersebut, sambung Jenderal Bintang Dua ini, yang awalnya orang simpatik, jadi tidak simpatik dengan aksi-aksi seperti itu. Malah sebaliknya menurunkan kredibelitas orang Muratara sendiri nantinya.
"Jadi tolonglah menahan diri dan bersabar, saya juga asli sana (Musi Rawas dan Muratara). Kalau belum puas dengan keputusan itu, kejar ke pusat, lengkapi semua persyaratan yang dinilai kurang, itu semuakan ada aturannya yang dibuat pemerintah pusat," tandasnya.
Disinggung apakah Polda Sumsel bakal menurunkan pasukan bantuan mengamankan Kamtibmas di Musi Rawas, alumni AKABRI 1980 ini menyatakan, tidak perlu.
"Kapolres sudah saya perintahkan untuk turun ke bawah menenangkan warga disana dan terus melakukan pendekatan persuasif dan mengajak warga disana untuk berdialog, agar mereka tak melakukan demo dan pemblokiran jalan," tegasnya.
Ketika ditanya kondisi terakhir Muratara hari ini, Iskandar mengatakan sudah aman dan kondusif.
Sebagaimana diberitakan SINDO, beberapa hari sebelum penetapan kabupaten baru oleh Komisi II DPR RI dan Mendagri, puluhan warga Muratara melakukan demo dan pemblokiran jalan di wilayah mereka di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), sehingga membuat arus lalu-lintas di Jalinsum terhambat.
(ysw)