Rusunawa di Depok kurang laku
Jum'at, 14 Desember 2012 - 16:23 WIB
Rusunawa di Depok kurang laku
A
A
A
Sindonews.com - Keinginan Pemerintah Kota Depok untuk mengembangkan konsep rumah vertikal, nampaknya patut dimatangkan kembali. Pasalnya, rumah vertikal yang laku di pasaran, umumnya hanya untuk kelas apartemen, sementara rumah susun sewa (rusunawa) yang dibangun pemerintah di Tapos, Depok, tidak begitu diminati.
Komisaris Tugu Pasir Mas, Pasir Putih, Sawangan, Abdul Halim mengatakan, untuk rumah susun di Depok masih sepi peminat. Dia mencontohkan, untuk Rusunawa di Tapos juga sampai saat ini belum beroperasi. Sedangkan, untuk apartemen hanya menarik di kawasan Margonda dengan peminatnya rata-rata pasangan muda.
"Rusunawa atau rusunami belum terlalu diminati, karena biasanya warga inginnya yang namanya rumah pasti ada rumah dan tanah, masyarakat masih meminati rumah pada umumnya dengan harga yang terjangkau kantong masing-masing," ungkapnya kepada wartawan, di Depok, Kamis (14/12/2012).
Hal senada diutarakan Ketua Kadin Kota Depok Wing Iskandar. Dia mengaku sulit mewujudkan rumah murah. Pasalnya, mahalnya harga tanah maupun bahan material rumah menjadi kendala dalam mewujudkannya. Meski begitu, bisnis properti di Depok selalu laris manis.
Menurutnya, kota Depok patut diperhitungkan untuk hunian. Salah satunya lingkungan, air tanah dan lainnya turut menjadi daya tarik perumahan di Depok menjadi magnet bagi masyarakat umum.
"Bisnis perumahan di Depok ini sedang bagus-bagusnya. Cuma, untuk tipe rumah murah tidak ada," terangnya.
Komisaris Tugu Pasir Mas, Pasir Putih, Sawangan, Abdul Halim mengatakan, untuk rumah susun di Depok masih sepi peminat. Dia mencontohkan, untuk Rusunawa di Tapos juga sampai saat ini belum beroperasi. Sedangkan, untuk apartemen hanya menarik di kawasan Margonda dengan peminatnya rata-rata pasangan muda.
"Rusunawa atau rusunami belum terlalu diminati, karena biasanya warga inginnya yang namanya rumah pasti ada rumah dan tanah, masyarakat masih meminati rumah pada umumnya dengan harga yang terjangkau kantong masing-masing," ungkapnya kepada wartawan, di Depok, Kamis (14/12/2012).
Hal senada diutarakan Ketua Kadin Kota Depok Wing Iskandar. Dia mengaku sulit mewujudkan rumah murah. Pasalnya, mahalnya harga tanah maupun bahan material rumah menjadi kendala dalam mewujudkannya. Meski begitu, bisnis properti di Depok selalu laris manis.
Menurutnya, kota Depok patut diperhitungkan untuk hunian. Salah satunya lingkungan, air tanah dan lainnya turut menjadi daya tarik perumahan di Depok menjadi magnet bagi masyarakat umum.
"Bisnis perumahan di Depok ini sedang bagus-bagusnya. Cuma, untuk tipe rumah murah tidak ada," terangnya.
(san)