Pembeli harus cermat memilih makanan
Jum'at, 14 Desember 2012 - 00:30 WIB
Pembeli harus cermat memilih makanan
A
A
A
Sindonews.com - Menjadi pembeli yang pintar merupakan langkah yang wajib untuk ditempuh. Karena, tidak semua pedagang menjajakan barang dagangannya dengan baik dan proporsional.
Misalnya, banyaknya pedagang yang menggunakan jalan pintas seperti yang marak baru-baru ini yaitu bakso yang menggunakan daging selain sapi. Misalnya daging babi atau daging tikus.
Zaky (30 th) contohnya, karyawan swasta yang mengaku hobi makan bakso ini memiliki kiat khusus agar tidak terjebak dalam kecurangan pedagang.
Menurutnya, hal pertama yang harus diketahui itu adalah kenali dulu pedagangnya. Jangan makan bakso disembarang tempat, makanlah di tempat yang sudah lama diketahui dan dijamin kualitasnya.
"Pertama, kita harus tahu siapa pedagangnya. Kita tuh udah makan di tempat dia berapa lama, trus kalo bisa itu tempat favorite," ujar Zaky kepada Sindonews, Kamis (13/12/2012).
Kedua, kenali aroma dan warna bakso. Zaky menilai, bakso yang dibuat selain dari daging sapi itu berwarna kemerahan dan memiliki aroma yang tidak sedap.
"Trus, kan ketahuan dari warna sama baunya. Kalo dilihat dari warna sih kan agak kemerahan terus baunya enggak enak," sambungnya.
Penggemar bakso lainnya seperti, Dippa (23), ibu rumah tangga muda ini menyatakan, sejak dulu beredarnya isu bakso menggunakan formalin, boraks, daging tikus, hingga daging sapi, tidak membuatnya geram memakan bakso hingga saat ini.
Karena, sebagai penggemar bakso, dirinya yakin telah mengetahui bakso yang dibuat dari daging sapi dan tidak.
"Enggak. Enggak ngaruh sama isu gituan. Kita juga bisa menilai kok, bakso yang asli dan yang enggak asli," pungkasnya.
Misalnya, banyaknya pedagang yang menggunakan jalan pintas seperti yang marak baru-baru ini yaitu bakso yang menggunakan daging selain sapi. Misalnya daging babi atau daging tikus.
Zaky (30 th) contohnya, karyawan swasta yang mengaku hobi makan bakso ini memiliki kiat khusus agar tidak terjebak dalam kecurangan pedagang.
Menurutnya, hal pertama yang harus diketahui itu adalah kenali dulu pedagangnya. Jangan makan bakso disembarang tempat, makanlah di tempat yang sudah lama diketahui dan dijamin kualitasnya.
"Pertama, kita harus tahu siapa pedagangnya. Kita tuh udah makan di tempat dia berapa lama, trus kalo bisa itu tempat favorite," ujar Zaky kepada Sindonews, Kamis (13/12/2012).
Kedua, kenali aroma dan warna bakso. Zaky menilai, bakso yang dibuat selain dari daging sapi itu berwarna kemerahan dan memiliki aroma yang tidak sedap.
"Trus, kan ketahuan dari warna sama baunya. Kalo dilihat dari warna sih kan agak kemerahan terus baunya enggak enak," sambungnya.
Penggemar bakso lainnya seperti, Dippa (23), ibu rumah tangga muda ini menyatakan, sejak dulu beredarnya isu bakso menggunakan formalin, boraks, daging tikus, hingga daging sapi, tidak membuatnya geram memakan bakso hingga saat ini.
Karena, sebagai penggemar bakso, dirinya yakin telah mengetahui bakso yang dibuat dari daging sapi dan tidak.
"Enggak. Enggak ngaruh sama isu gituan. Kita juga bisa menilai kok, bakso yang asli dan yang enggak asli," pungkasnya.
(mhd)