Musim hujan unggas rawan terserang penyakit
Kamis, 13 Desember 2012 - 19:04 WIB
Musim hujan unggas rawan terserang penyakit
A
A
A
Sindonews.com - Para peternak unggas diminta selalu menjaga kebersihan kandang dan kondisi kesehatan hewan saat musim hujan. Sebab saat musim hujan, unggas rentan terhadap berbagai penyakit.
Data dinas Dinas Perindustrian, perdagangan, Koperasi dan Pertanian (Disperndagkoptan) Yogyakarta, hingga Desember 2012, tercatat ada 24 kasus flu burung. Dari jumlah tersebut, tiga kasus dinyatakan positif, lima kasus suspect dan sisanya, 16 kasus dinyatakan negatif.
Kabid Pertanian Disperndagkoptan Yogyakarta, Benny Nurhantoro mengingatkan agar peternak rajin menjaga kebersihan dan kesehatan unggasnya.
"Langkah tersebut paling efektif untuk mencegah penyakit," katanya, Kamis (13/12/2012).
Untuk mengantisipasi penyebaran flu burung pada unggas, pemkot juga telah menyiapkan disinfektan untuk kalangan peternak unggas. Tahun ini, sudah disiapkan 100 liter desinfektan. Dari jumlah ini, 80 liter sudah tersalurkan, sehingga masih ada sisa 20 liter.
“Untuk itu, bagi warga yang membutuhkan dapat mendatangi kantor kami dan diberikan secara gratis,” katanya.
Staf Seksi pengawasan mutu komoditas dan kesehatan hewan bidang pertanian Doto Dewandono menambahkan bagi masyarakat yang mencurigai unggasnya mati karena terkena flu burung sebaiknya langsung memberikan laporan kepada bidang pertanian.
“Dulu unggas yang terkena flu burung memiliki ciri mati mendadak dan timbul bercak keunguan di kulit, sekarang langsung mati mendadak,” paparnya.
Doto menegaskan jika menemukan ada unggas yang mati akibat positif flu burung, harus segera dimusnakan, yaitu dengan cara dibakar dan dikuburkan. Sebab jika dibuang sembarang virusnya dapat menyebar.
Data dinas Dinas Perindustrian, perdagangan, Koperasi dan Pertanian (Disperndagkoptan) Yogyakarta, hingga Desember 2012, tercatat ada 24 kasus flu burung. Dari jumlah tersebut, tiga kasus dinyatakan positif, lima kasus suspect dan sisanya, 16 kasus dinyatakan negatif.
Kabid Pertanian Disperndagkoptan Yogyakarta, Benny Nurhantoro mengingatkan agar peternak rajin menjaga kebersihan dan kesehatan unggasnya.
"Langkah tersebut paling efektif untuk mencegah penyakit," katanya, Kamis (13/12/2012).
Untuk mengantisipasi penyebaran flu burung pada unggas, pemkot juga telah menyiapkan disinfektan untuk kalangan peternak unggas. Tahun ini, sudah disiapkan 100 liter desinfektan. Dari jumlah ini, 80 liter sudah tersalurkan, sehingga masih ada sisa 20 liter.
“Untuk itu, bagi warga yang membutuhkan dapat mendatangi kantor kami dan diberikan secara gratis,” katanya.
Staf Seksi pengawasan mutu komoditas dan kesehatan hewan bidang pertanian Doto Dewandono menambahkan bagi masyarakat yang mencurigai unggasnya mati karena terkena flu burung sebaiknya langsung memberikan laporan kepada bidang pertanian.
“Dulu unggas yang terkena flu burung memiliki ciri mati mendadak dan timbul bercak keunguan di kulit, sekarang langsung mati mendadak,” paparnya.
Doto menegaskan jika menemukan ada unggas yang mati akibat positif flu burung, harus segera dimusnakan, yaitu dengan cara dibakar dan dikuburkan. Sebab jika dibuang sembarang virusnya dapat menyebar.
(ysw)