7 desa di Kulonprogo terima raskin
Kamis, 13 Desember 2012 - 08:44 WIB
7 desa di Kulonprogo terima raskin
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo, Yogyakarta, menepati janji untuk menombok kekurangan beras untuk warga miskin dari pemerintah pusat. Pemkab menyalurkan 32,6 ton beras untuk warga di tujuh desa yang tidak lagi mendapat jatah dari pusat. Padahal, mereka masih masuk kategori miskin.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan, Beras Miskin Daerah (Raskinda) diberikan untuk 272 kepala keluarga. Setiap Kepala Keluarga (KK) menerima jatah raskinda 15 kilogram yang dirapel selama tujuh bulan, Juni sampai Desember. Jumlah itu masih ditambah satu bulan raskinda ke-13.
“Meski tidak masuk dalam daftar penerima raskin di data baru, namun yang menerima raskinda adalah orang yang bejo (beruntung) karena memperoleh beras produk lokal Kulonprogo yang rasanya enak. Tidak seperti raskin yang berasnya import," kata Hasto, di Kulonprogo, Yogyakarta, Kamis (13/12/2012).
Hasto berharap, ke depan pemerintah pusat dapat membeli beras lokal Kulonprogo untuk memenuhi kebutuhan raskin. Alasannya beras lokal lebih baru, sehingga rasanya jauh lebih enak.
"Tapi pengusaha yang ditunjuk juga harus konsisten membeli beras petani Kulonprogo," ucapnya.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulonprogo, Riyadi Sunarto menambahkan, Desa Banjarsari Kalibawang menerima jatah raskinda paling banyak yakni 142 KK. Disusul Purwosari Girimulyo 30 KK, Pendoworejo Girimulyo 29 KK dan Kembang Nanggulan 23 KK.
"Lalu Panjatan 22 KK, Jatimulyo Girimulyo 16 KK, dan Temon Wetan 10 KK. Distribusinya dua hari, kemarin dan hari ini. Mudah-mudahan lancar dalam pendistribusiannya," ujarnya Riyadi.
Lebih lanjut dia mengatakan, secara keseluruhan penerima raskin di Kulonprogo sebenarnya meningkat 40 persen tahun ini.
"Sayang 272 KK di tujuh desa justru tercecer, tidak masuk hitungan. Raskinda sendiri dialokasikan dari dana APBD Perubahan," pungkasnya.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan, Beras Miskin Daerah (Raskinda) diberikan untuk 272 kepala keluarga. Setiap Kepala Keluarga (KK) menerima jatah raskinda 15 kilogram yang dirapel selama tujuh bulan, Juni sampai Desember. Jumlah itu masih ditambah satu bulan raskinda ke-13.
“Meski tidak masuk dalam daftar penerima raskin di data baru, namun yang menerima raskinda adalah orang yang bejo (beruntung) karena memperoleh beras produk lokal Kulonprogo yang rasanya enak. Tidak seperti raskin yang berasnya import," kata Hasto, di Kulonprogo, Yogyakarta, Kamis (13/12/2012).
Hasto berharap, ke depan pemerintah pusat dapat membeli beras lokal Kulonprogo untuk memenuhi kebutuhan raskin. Alasannya beras lokal lebih baru, sehingga rasanya jauh lebih enak.
"Tapi pengusaha yang ditunjuk juga harus konsisten membeli beras petani Kulonprogo," ucapnya.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulonprogo, Riyadi Sunarto menambahkan, Desa Banjarsari Kalibawang menerima jatah raskinda paling banyak yakni 142 KK. Disusul Purwosari Girimulyo 30 KK, Pendoworejo Girimulyo 29 KK dan Kembang Nanggulan 23 KK.
"Lalu Panjatan 22 KK, Jatimulyo Girimulyo 16 KK, dan Temon Wetan 10 KK. Distribusinya dua hari, kemarin dan hari ini. Mudah-mudahan lancar dalam pendistribusiannya," ujarnya Riyadi.
Lebih lanjut dia mengatakan, secara keseluruhan penerima raskin di Kulonprogo sebenarnya meningkat 40 persen tahun ini.
"Sayang 272 KK di tujuh desa justru tercecer, tidak masuk hitungan. Raskinda sendiri dialokasikan dari dana APBD Perubahan," pungkasnya.
(maf)