Pemkot Depok akan bangun jembatan penghubung ke Jakarta
Rabu, 12 Desember 2012 - 17:19 WIB
Pemkot Depok akan bangun jembatan penghubung ke Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Setelah media ramai memberitakan jembatan gantung yang sudah usang di Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kota Depok. Akhirnya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan membangun jembatan baru, untuk menghungkan Depok dengan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.
Rencananya, pembangunan dilakukan Juli 2013 menggunakan dana APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2013. Dan direncanakan nama jembatan itu, Jembatan Cicak Rawa sesuai dengan nama jalan kecil menuju jembatan.
“Bisa jadi diabadikan dengan nama jalan ini. Biar masyarakat mengenangnya,” kata Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail saat meninjau lokasi, Rabu (12/12/2012).
Pihaknya akan berkordinasi lebih dulu dengan Pemprov DKI Jakarta dan masyarakat sekitar, untuk menentukan lebar jembatan juga titik pembangunan.
“Kalau untuk kawasan Depok kita pakai lahan fasos fasum. Untuk seberang (DKI Jakarta) harus dimusyawarahkan dulu,” tukasnya.
Nur Mahmudi mengatakan, ada dua alternatif yang ditawarkan pada warga mengenai lebar jembatan yang akan dibangun.
Alternatif pertama, jembatan dibangun selebar 2,4 meter yang berarti hanya bisa dilalui oleh motor. Alternatif kedua, lebar jembatan 3,25 meter yang berarti bisa dilalui oleh mobil.
“Alternatif tersebut akan dibicarakan terlebih dahulu dengan warga sekitar, lebar jalan seperti apa yang terbaik sesuai dengan kondisi lingkungan,” ujarnya.
Rencananya, pembangunan dilakukan Juli 2013 menggunakan dana APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2013. Dan direncanakan nama jembatan itu, Jembatan Cicak Rawa sesuai dengan nama jalan kecil menuju jembatan.
“Bisa jadi diabadikan dengan nama jalan ini. Biar masyarakat mengenangnya,” kata Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail saat meninjau lokasi, Rabu (12/12/2012).
Pihaknya akan berkordinasi lebih dulu dengan Pemprov DKI Jakarta dan masyarakat sekitar, untuk menentukan lebar jembatan juga titik pembangunan.
“Kalau untuk kawasan Depok kita pakai lahan fasos fasum. Untuk seberang (DKI Jakarta) harus dimusyawarahkan dulu,” tukasnya.
Nur Mahmudi mengatakan, ada dua alternatif yang ditawarkan pada warga mengenai lebar jembatan yang akan dibangun.
Alternatif pertama, jembatan dibangun selebar 2,4 meter yang berarti hanya bisa dilalui oleh motor. Alternatif kedua, lebar jembatan 3,25 meter yang berarti bisa dilalui oleh mobil.
“Alternatif tersebut akan dibicarakan terlebih dahulu dengan warga sekitar, lebar jalan seperti apa yang terbaik sesuai dengan kondisi lingkungan,” ujarnya.
(stb)