Gawat, penderita HIV/AIDS mulai tulari anaknya
Rabu, 12 Desember 2012 - 15:32 WIB
Gawat, penderita HIV/AIDS mulai tulari anaknya
A
A
A
Sindonews.com – Jumlah penderita HIV/AIDs di Kulonprogo terus bertambah. Dalam tiga bulan terakhir, jumlah penderita bertambah tujuh orang. Dari semula hanya 94 penderita pada September 2012, menjadi 101 pada Desember ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo Bambang Haryatno mengatakan, data itu diketahui dari hasil kunjungan HIV/AIDS yang dilakukan instansinya di berbagai klinik. Dari jumlah itu termasuk di antaranya ibu rumah tangga, pekerja seks dan balita.
“Kondisi ini seharusnya mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap dirinya dan penderita HIV/AIDS. Sebab, penularan HIV cenderung meningkat. Parahnya lagi sudah menulari ibu rumah tangga, maupun bayi dalam kandungan,” kata Bambang dalam seminar populer HIV dan AIDS di Gedung Kaca, Rabu (12/12/2012).
Di Kulonprogo sudah ada Kelompok Dukungan Sebaya Menoreh Plus yang mendampingi penderita HIV/AIDS. Pendampingan diberikan sebagai upaya rehabilitatif berupa pemulihan dan pendampingan dampak psikologis akibat status HIV.
RSUD Wates, September lalu juga sudah membuka Klinik Alamanda untuk screening HIV/AIDS.
Theodora Baning Rahayujati, dari Dinkes Kulonprogo mengatakan, HIV/AIDS bisa dianggap tidak berbahaya jika dibandingkan dengan DBD, malaria, dan flu burung.
Karena penularan HIV/AIDS hanya bisa terjadi dari perilaku awal yang kurang baik. Misalnya melakukan hubungan seks sembarangan. Setelah tertular menulari pasangannya. Buruknya, ibu yang tertular HIV?AIDS juga menulari langsung bayi yang dikandungnya.
Seminar ini merupakan puncak peringatan Hari AIDS Sedunia yang diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Kulonprogo, berkerja sama dengan Pemkab.
Seminar dihadiri 150 peserta dari SKPD, Perangkat Desa, Gerakan Organisasi Wanita(GOW), PKK, Pusat Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-R) dan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS).
Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo Bambang Haryatno mengatakan, data itu diketahui dari hasil kunjungan HIV/AIDS yang dilakukan instansinya di berbagai klinik. Dari jumlah itu termasuk di antaranya ibu rumah tangga, pekerja seks dan balita.
“Kondisi ini seharusnya mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap dirinya dan penderita HIV/AIDS. Sebab, penularan HIV cenderung meningkat. Parahnya lagi sudah menulari ibu rumah tangga, maupun bayi dalam kandungan,” kata Bambang dalam seminar populer HIV dan AIDS di Gedung Kaca, Rabu (12/12/2012).
Di Kulonprogo sudah ada Kelompok Dukungan Sebaya Menoreh Plus yang mendampingi penderita HIV/AIDS. Pendampingan diberikan sebagai upaya rehabilitatif berupa pemulihan dan pendampingan dampak psikologis akibat status HIV.
RSUD Wates, September lalu juga sudah membuka Klinik Alamanda untuk screening HIV/AIDS.
Theodora Baning Rahayujati, dari Dinkes Kulonprogo mengatakan, HIV/AIDS bisa dianggap tidak berbahaya jika dibandingkan dengan DBD, malaria, dan flu burung.
Karena penularan HIV/AIDS hanya bisa terjadi dari perilaku awal yang kurang baik. Misalnya melakukan hubungan seks sembarangan. Setelah tertular menulari pasangannya. Buruknya, ibu yang tertular HIV?AIDS juga menulari langsung bayi yang dikandungnya.
Seminar ini merupakan puncak peringatan Hari AIDS Sedunia yang diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Kulonprogo, berkerja sama dengan Pemkab.
Seminar dihadiri 150 peserta dari SKPD, Perangkat Desa, Gerakan Organisasi Wanita(GOW), PKK, Pusat Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-R) dan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS).
(ysw)