Jokowi: Genap-ganjil tidak akan rugikan masyarakat
Rabu, 12 Desember 2012 - 12:03 WIB
Jokowi: Genap-ganjil tidak akan rugikan masyarakat
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menampik jika sistem genap-ganjil yang akan diberlakukan pada tahun 2013 mendatang, membuat warga Jakarta menjadi korban dari sistem ini.
Pria yang akrab disapa Jokowi ini mengatakan, sistem ini hanya akan mengatur dan membatasi kendaraan yang boleh melintas setiap harinya di Jakarta.
"Ini lho, ini kan tidak membatasi total iya kan? Hari ini bisa, besok tidak, hari ini bisa besok tidak. Kan hanya itu, hanya pengaturan saja. Saya kira masyarakat kita sudah sangat fleksibel. Bisa naik transportasi umum," kata Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2012).
Mantan Wali Kota Solo ini menjelaskan, dalam kebijakan ini yang paling penting adalah dapat menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM), serta mengurangi kemacetan.
"Dan yang paling penting ada penghematan BBM yang banyak. Mengurangi kemacetan 42 persen, mengurangi polusi, ini (sistem genap-ganjil) efeknya akan kemana-mana," ucapnya.
Lebih lanjur dia mengatakan, namun kebijakan ini masih dalam proses pengkajian, sehingga tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa.
"Tapi saya juga sampaikan masih dalam proses kajian, dampaknya seperti apa, kajian sospol (Sosial Politik) juga dihitung seperti apa. Kita tidak ingin tergesa dan grasak-grusuk. Tetapi proses ini berjalan terus sambil mendapatkan masukan dari masyarakat," pungkasnya.
Pria yang akrab disapa Jokowi ini mengatakan, sistem ini hanya akan mengatur dan membatasi kendaraan yang boleh melintas setiap harinya di Jakarta.
"Ini lho, ini kan tidak membatasi total iya kan? Hari ini bisa, besok tidak, hari ini bisa besok tidak. Kan hanya itu, hanya pengaturan saja. Saya kira masyarakat kita sudah sangat fleksibel. Bisa naik transportasi umum," kata Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2012).
Mantan Wali Kota Solo ini menjelaskan, dalam kebijakan ini yang paling penting adalah dapat menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM), serta mengurangi kemacetan.
"Dan yang paling penting ada penghematan BBM yang banyak. Mengurangi kemacetan 42 persen, mengurangi polusi, ini (sistem genap-ganjil) efeknya akan kemana-mana," ucapnya.
Lebih lanjur dia mengatakan, namun kebijakan ini masih dalam proses pengkajian, sehingga tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa.
"Tapi saya juga sampaikan masih dalam proses kajian, dampaknya seperti apa, kajian sospol (Sosial Politik) juga dihitung seperti apa. Kita tidak ingin tergesa dan grasak-grusuk. Tetapi proses ini berjalan terus sambil mendapatkan masukan dari masyarakat," pungkasnya.
(maf)