Kondisi longsor Empatlawang makin parah
Selasa, 11 Desember 2012 - 22:17 WIB
Kondisi longsor Empatlawang makin parah
A
A
A
Sindonews.com - Kondisi titik longsor jalan provinsi Pagaralam-Kepahiyang tepatnya di perbatasan Desa Manggilan dan Gunung Meraksa Lama Kecamatan Pendopo, Empatlawang makin parah.
Dimana saat ini titik longsor tersebut makin melebar dan memanjang. Hal tersebut karena curah hujan yang tinggi dikawasan tersebut, ditambah belum adanya tindakan yang diambil oleh pihak provinsi.
Kapolsek Pendopo Iptu Dhavid Siddiq saat dikonfirmasi mengenai kondisi terakhir jalan tersebut mengatakan, saat ini titik longsor makin melebar, khususnya dibagian bawah jalan.
Bahkan menurutnya jika hujan masih terus turun dan tidak ada penanganan yang represif terhadap kondisi tersebut, maka dikhawatirkan longsor akan memakan badan jalan semakin lebar.
“Untuk badan jalan masih seperti waktu awal, hanya ukurannya makin melebar. Tapi kalau hujan terus turun, makin lama badan jalan akan tergerus dan ambles,” ujarnya ketika dihubungi, Selasa (11/12/2012).
Dia mengatakan, hingga saat ini belum ada penanganan yang dilakukan oleh pihak provinsi terkait longsor tersebut. Untuk mengantisipasi kemacetan dan agar kendaraan bisa melewati, tindakan yang diambil pihaknya dengan cara melebarkan badan jalan disisi jalan lain.
Namun menurutnya, kondisi tersebut masih tetap mengkhawatirkan. Karena kekuatan badan jalan makin terbatas.
Sementara Kadihubkominfo Empatlawang Muas Akhmad melalui Kabid Perhubungan Suhandi mengatakan, sejauh ini jalur tersebut masih bisa dilalui. Hanya saja menurutnya terbatas pada kendaraan berukuran sedang dan kecil.
Untuk kendaraan berat, jelas tidak memungkinkan untuk melalui jalur tersebut, karena khawatir kelebihan tonase dan bila dipaksakan melintas akan memperparah kondisi amblesnya jalan.
“Sejauh ini masih bisa dilewati kecuali kendaraan berat dan besar,”jelasnya.
Untuk pengamanan dilokasi tersebut menurutnya, saat ini hanya dilakukan warga desa Manggilan dan tidak melibatkan pihaknya. Terkait adanya pungutan yang dilakukan oleh warga dilokasi tersebut pihaknya mengizinkan asal sifatnya sukarela dan jangan sampai memaksa kepada pengendara.
Dimana saat ini titik longsor tersebut makin melebar dan memanjang. Hal tersebut karena curah hujan yang tinggi dikawasan tersebut, ditambah belum adanya tindakan yang diambil oleh pihak provinsi.
Kapolsek Pendopo Iptu Dhavid Siddiq saat dikonfirmasi mengenai kondisi terakhir jalan tersebut mengatakan, saat ini titik longsor makin melebar, khususnya dibagian bawah jalan.
Bahkan menurutnya jika hujan masih terus turun dan tidak ada penanganan yang represif terhadap kondisi tersebut, maka dikhawatirkan longsor akan memakan badan jalan semakin lebar.
“Untuk badan jalan masih seperti waktu awal, hanya ukurannya makin melebar. Tapi kalau hujan terus turun, makin lama badan jalan akan tergerus dan ambles,” ujarnya ketika dihubungi, Selasa (11/12/2012).
Dia mengatakan, hingga saat ini belum ada penanganan yang dilakukan oleh pihak provinsi terkait longsor tersebut. Untuk mengantisipasi kemacetan dan agar kendaraan bisa melewati, tindakan yang diambil pihaknya dengan cara melebarkan badan jalan disisi jalan lain.
Namun menurutnya, kondisi tersebut masih tetap mengkhawatirkan. Karena kekuatan badan jalan makin terbatas.
Sementara Kadihubkominfo Empatlawang Muas Akhmad melalui Kabid Perhubungan Suhandi mengatakan, sejauh ini jalur tersebut masih bisa dilalui. Hanya saja menurutnya terbatas pada kendaraan berukuran sedang dan kecil.
Untuk kendaraan berat, jelas tidak memungkinkan untuk melalui jalur tersebut, karena khawatir kelebihan tonase dan bila dipaksakan melintas akan memperparah kondisi amblesnya jalan.
“Sejauh ini masih bisa dilewati kecuali kendaraan berat dan besar,”jelasnya.
Untuk pengamanan dilokasi tersebut menurutnya, saat ini hanya dilakukan warga desa Manggilan dan tidak melibatkan pihaknya. Terkait adanya pungutan yang dilakukan oleh warga dilokasi tersebut pihaknya mengizinkan asal sifatnya sukarela dan jangan sampai memaksa kepada pengendara.
(ysw)