Rieke kritisi kinerja Dahlan Iskan
Selasa, 11 Desember 2012 - 09:17 WIB
Rieke kritisi kinerja Dahlan Iskan
A
A
A
Sindonews.com - Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat (Jabar) Rieke Dyah Pitaloka mempertanyakan kinerja Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, terkait korban penggusuran di tiap stasiun yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Cagub dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menegaskan hal tersebut dalam safari politiknya jelang Pilkada Jabar 2013, di tiap stasiun, dengan mendengar keluhan para pedagang kaki lima (PKL) korban penggusuran.
"Saya dari komisi tenaga kerja, ini kan BUMN, kepada Pak Dahlan kan merakyat, jangan main gusur begitu saja dong, ini harus ada solusi, harusnya dirapihkan, karena ini kan perputaran ekonomi rakyat," kata Rieke, di Stasiun Depok Baru, Depok, Selasa (11/12/2012).
Rieke menjelaskan, penggusuran selalu menyakiti hati rakyat. Menurutnya, jika pedagang tak boleh berjualan, mengapa PT KAI tetap mengambil retribusinya.
"Kita minta penggusuran ditunda, kedepannya harus ada pasar rakyat di sepanjang stasiun, radius juga diatur, pedagang lama enggak digusur. Kan ada revitalisasi pasar tradisional. Bisa dipakai di tiap stasiun," pungkasnya.
Cagub dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menegaskan hal tersebut dalam safari politiknya jelang Pilkada Jabar 2013, di tiap stasiun, dengan mendengar keluhan para pedagang kaki lima (PKL) korban penggusuran.
"Saya dari komisi tenaga kerja, ini kan BUMN, kepada Pak Dahlan kan merakyat, jangan main gusur begitu saja dong, ini harus ada solusi, harusnya dirapihkan, karena ini kan perputaran ekonomi rakyat," kata Rieke, di Stasiun Depok Baru, Depok, Selasa (11/12/2012).
Rieke menjelaskan, penggusuran selalu menyakiti hati rakyat. Menurutnya, jika pedagang tak boleh berjualan, mengapa PT KAI tetap mengambil retribusinya.
"Kita minta penggusuran ditunda, kedepannya harus ada pasar rakyat di sepanjang stasiun, radius juga diatur, pedagang lama enggak digusur. Kan ada revitalisasi pasar tradisional. Bisa dipakai di tiap stasiun," pungkasnya.
(maf)