Penetapan genap-ganjil dipastikan mundur
Senin, 10 Desember 2012 - 16:08 WIB
Penetapan genap-ganjil dipastikan mundur
A
A
A
Sindonews.com – Penetapan waktu pemberlakukan sistem genap ganjil yang akan diberlakukan oleh Pemprov DKI, dipastikan akan mundur hingga batas yang belum ditentukan.
Kepastian kemunduran penetapan tersebut, disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Menurutnya, penetapan pelaksanaan sistem genap ganjil belum tentu akan diberlakukan pada bulan Maret Tahun 2013 mendatang.
Hal itu karena, Pemprov DKI masih melakukan pendalaman terhadap kebijakan tersebut. Artinya kebijakan tersebut, masih membutuhkan kajian di bidang-bidang tertentu, seperti ekonomi dan sosial.
"Tetapi yang paling penting, hitungan ekonomi. Harus dikalkulasi. Berapa hemat BBM setiap hari. Kajian-kajian sosial politiknya seperti apa kalau terjadi penolakan. Itupun dihitung," jelasnya.
Di sisi lain, mantan Wali Kota Solo ini kembali menegaskan kebijakan yang dipercaya bisa mengurangi jumlah kendaraan dan kemacetan di Jakarta ini nantinya, bisa saja dilaksanakan pada bulan Januari tahun depan, bukan bulan Maret.
"Belum pasti (Maret). Bisa aja maju jadi Januari kalau siap," tukas Jokowi.
Kepastian kemunduran penetapan tersebut, disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Menurutnya, penetapan pelaksanaan sistem genap ganjil belum tentu akan diberlakukan pada bulan Maret Tahun 2013 mendatang.
Hal itu karena, Pemprov DKI masih melakukan pendalaman terhadap kebijakan tersebut. Artinya kebijakan tersebut, masih membutuhkan kajian di bidang-bidang tertentu, seperti ekonomi dan sosial.
"Tetapi yang paling penting, hitungan ekonomi. Harus dikalkulasi. Berapa hemat BBM setiap hari. Kajian-kajian sosial politiknya seperti apa kalau terjadi penolakan. Itupun dihitung," jelasnya.
Di sisi lain, mantan Wali Kota Solo ini kembali menegaskan kebijakan yang dipercaya bisa mengurangi jumlah kendaraan dan kemacetan di Jakarta ini nantinya, bisa saja dilaksanakan pada bulan Januari tahun depan, bukan bulan Maret.
"Belum pasti (Maret). Bisa aja maju jadi Januari kalau siap," tukas Jokowi.
(stb)