Benarkah santriwati jadi 'pesanan' pejabat itu tradisi?

Jum'at, 07 Desember 2012 - 19:27 WIB
Benarkah santriwati...
Benarkah santriwati jadi 'pesanan' pejabat itu tradisi?
A A A
Sindonews.com - Dugaan adanya tradisi praktek santriwati bisa 'dipesan' di pesantren untuk selanjutnya dijadikan istri kini muncul dipermukaan publik.

Hal itu lantaran prilaku Bupati Garut Aceng HM Fikri yang dinilai memesan mantan istrinya Fani Oktora yang notabene seorang santriwati sebuah pondok pesantren (Ponpes) di Limbangan, Garut

Ketua Dewan Pimpinan Ponpes Salafiyah Manarul Huda Ust Alit Syarifudin dengan tegas membantah adanya tradisi pesanan santriwati dari pihak tertentu.

"Pandangan itu muncul dari minimnya pemahaman terhadap kondisi pesantren. Selama saya di pesantren, tidak ada istilah pesanan santriwati untuk dijodohkan," kata Alit kepada wartawan, di Ponpes Manarul Huda, Jalan Garut-Bandung, Jumat (7/12/2012).

Alit menyebutkan, memang ada proses perjodohan antara santri dan santriwati. Namun perjodohan ini bukan sebagai pesanan atau dipaksa untuk menikah.

Menurut Alit, misalnya ada santri dewasa yang cukup menjadi santri mukim (santri yang layak untuk terjun ke masyarakat). Santri mukim ini dinilai berdasarkan ilmu dan kemampuannya, apakah sudah dinilai layak terjun ke masyarakat atau belum.

Disaat itulah, lanjut Alit, sesepuh atau guru pesantren mempertemukan dengan santriwati. Tetapi pertemuan itu tidak berdasarkan paksaan, apalagi ada proses jual beli. Begitu juga dengan santriwati yang dinilai layak mukim.

"Tetapi setelah dikenalkan itu selanjutnya kembali ke individunya masing-masing, tidak ada unsur paksaan," ujarnya.

Namun proses perjodohan ini jumlahnya relatif kecil dibandingkan dengan proses alami, yakni suka-sama suka lalu menikah.

"Lebih banyak proses alaminya, 80 persen berbanding 20 persenlah. Misalnya saya, juga bertemu di pesantren, akhirnya menikah," tuturnya.

Ponpes Manarul Huda berdiri sejak 1995. Ponpes ini cabang dari Ponpes Al Huda, Tarogong, dan Sabirul Huda, Kampung Duwet, Garut.

Kasus skandal Aceng Fikri, lanjut Alit, diakuinya sedikit banyak mencoreng wajah pesantren. Dia berharap, kasus Bupati Aceng tidak mengeneralisir pesantren. Sehingga jangan sampai pesantren mendapat stigma negatif ke pesantren.

"Adanya tuduhan bahwa di pesantren bisa pesan calon istri, saya tidak satuju. Itu tuduhan tanpa bukti," tandasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Bupati Garut Segel Masjid...
Bupati Garut Segel Masjid Ahmadiyah, Aktivis 98 Jabar Bakal Gugat SKB Tiga Menteri
Siswa SMP Cikajang Dibully,...
Siswa SMP Cikajang Dibully, Bupati Garut Instruksikan Disdik Bertindak
Alami Serangan Jantung,...
Alami Serangan Jantung, Bupati Garut Rudy Gunawan Dirujuk ke Bandung
Tekan Kasus TBC, Ini...
Tekan Kasus TBC, Ini Sejumlah Langkah yang Dilakukan Bupati Garut
Polres Garut Periksa...
Polres Garut Periksa 3 Pedagang untuk Ungkap Kasus Keracunan Sate Jebred
2 ABG Ini Songong, Tengah...
2 ABG Ini Songong, Tengah Malam Bawa Senjata Tajam ke Kosan Dicokok Resmob
Berita Terkini
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
40 menit yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
8 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
8 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
8 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
9 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
10 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved