Sakit, Aceng tak hadir ke Polda Jabar
Jum'at, 07 Desember 2012 - 18:53 WIB
Sakit, Aceng tak hadir ke Polda Jabar
A
A
A
Sindonews.com - Bupati Garut Aceng HM Fikri tidak memenuhi panggilan penyidik kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) yang dijadwalkan hari ini, dikarenakan sakit.
Kuasa hukum Aceng yang mewakili datang ke Polda Jabar Ujang Sujai Toujiri menyatakan, kliennya sedang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Santosa Garut.
"Beberapa waktu lalu beliau sempat dirawat di rumah sakit tiga hari. Sekarang sudah rawat jalan," kata Ujang, di Polda Jabar, Jumat (7/12/2012).
Ujang yang tiba di Polda Jabar sekira pukul 10.15 WIB menjelaskan, kedatangannya mewakili Aceng yang statusnya sebagai saksi penggelapan uang, bukan dugaan pemerasan dan penipuan.
"Kedatangan saya ini juga untuk menyampaikan surat dokter beliau yang sakit. Bupati mengalami kecapekan, darahnya rendah maka harus istirahat," katanya.
Melalui Ujang, Bupati meminta jadwal ulang kepada pihak Polda beberapa waktu ke depan. Aceng, lanjutnya, akhir-akhir ini jadwalnya sangat padat. Misalnya harus menghadiri pansus DPRD Garut. Rencananya, Ujang dan Aceng akan datang lagi Senin 10 Desember mendatang.
Ujang juga membantah jika kliennya Aceng, disebutkan telah menerima uang seperti yang dituduhkan calon Wakil Bupati Jabar Asep Rahmat Kurnia Jaya.
"Tidak benar itu, beliau tidak menerima uang secara langsung. Beliau hanya saksi saja," katanya.
Ujang menegaskan panggilan dari Polda itu terkait dugaan kasus perkara sangkaan pidana pengelapan, bukan dugaan penipuan dan pemerasaan.
Seperti diberitakan, Asep Rahmat Kurnia Jaya, calon wakil bupati Garut, melaporkan Aceng ke Polda Jabar, 10 Mei 2012.
Asep menuduh Aceng memintai uang Rp250 juta sebagai jaminan untuk mengisi kursi Wakil Bupati yang ditinggalkan Dicky Chandra. Namun karena merasa curiga, akhirnya Asep mengundurkan diri dari pencalonan. Tetapi uangnya tidak dikembalikan oleh Aceng.
Kuasa hukum Aceng yang mewakili datang ke Polda Jabar Ujang Sujai Toujiri menyatakan, kliennya sedang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Santosa Garut.
"Beberapa waktu lalu beliau sempat dirawat di rumah sakit tiga hari. Sekarang sudah rawat jalan," kata Ujang, di Polda Jabar, Jumat (7/12/2012).
Ujang yang tiba di Polda Jabar sekira pukul 10.15 WIB menjelaskan, kedatangannya mewakili Aceng yang statusnya sebagai saksi penggelapan uang, bukan dugaan pemerasan dan penipuan.
"Kedatangan saya ini juga untuk menyampaikan surat dokter beliau yang sakit. Bupati mengalami kecapekan, darahnya rendah maka harus istirahat," katanya.
Melalui Ujang, Bupati meminta jadwal ulang kepada pihak Polda beberapa waktu ke depan. Aceng, lanjutnya, akhir-akhir ini jadwalnya sangat padat. Misalnya harus menghadiri pansus DPRD Garut. Rencananya, Ujang dan Aceng akan datang lagi Senin 10 Desember mendatang.
Ujang juga membantah jika kliennya Aceng, disebutkan telah menerima uang seperti yang dituduhkan calon Wakil Bupati Jabar Asep Rahmat Kurnia Jaya.
"Tidak benar itu, beliau tidak menerima uang secara langsung. Beliau hanya saksi saja," katanya.
Ujang menegaskan panggilan dari Polda itu terkait dugaan kasus perkara sangkaan pidana pengelapan, bukan dugaan penipuan dan pemerasaan.
Seperti diberitakan, Asep Rahmat Kurnia Jaya, calon wakil bupati Garut, melaporkan Aceng ke Polda Jabar, 10 Mei 2012.
Asep menuduh Aceng memintai uang Rp250 juta sebagai jaminan untuk mengisi kursi Wakil Bupati yang ditinggalkan Dicky Chandra. Namun karena merasa curiga, akhirnya Asep mengundurkan diri dari pencalonan. Tetapi uangnya tidak dikembalikan oleh Aceng.
(rsa)