Minim JPO picu tingginya kecelakaan
Jum'at, 07 Desember 2012 - 12:42 WIB
Minim JPO picu tingginya kecelakaan
A
A
A
Sindonews.com - Minimnya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Depok dinilai sebagai pemicu tingginya kecelakaan penyebrang jalan. Bayangkan, jalan sepanjang 5,2 KM hanya dua JPO yang tersedia, di Detos-Margo City dan Terminal Depok-Plaza Depok.
Penyebrang jalan kerap kesulitan melalui jalan selebar 32 meter dengan delapan lajur. Pasalnya, kendaraan yang melintas sangat cepat. Bahkan, kendaraan tidak memberikan kesempatan pada penyebrang jalan untuk melintas.
Dessi mahasiswa Universitas Gunadarma menceritakan, untuk menyebrang jalan saat kendaraan ramai diperlukan waktu antara lima hingga 10 menit. Bahkan, saat baru melalui satu lajur, terpaksa harus mundur kembali karena kendaraan di lajur berikutnya tak mau berhenti.
“Sudah tidak ada jembatan, mobilnya juga kenceng jalannya. Nyusahin,” kata dia kesal, Jumat (7/12/2012).
Tak jarang penyebrang yang melintas menjadi korban kecelakaan.
“Saya sudah hati-hati tetap saja mobilnya tidak mau ngalah,” kecamnya.
Dia sangat menyesalkan tidak adanya perhatian Pemerintah Kota Depok, yang tidak menyediakan JPO. Padahal, sudah banyak penyebrang jalan yang menjadi korban kecelakaan. Terakhir menimpa seorang wanita pada Rabu (5/12/2012) hingga tewas.
“Apa harus menelan korban lebih banyak, baru dibangun jembatan. Jangan Cuma lebarin jalan, yang akhirnya nyusahin pejalan kaki. Sedangkan jalan dilebarin juga Cuma buat parkir liar," kritis mahasiswa jurusan hukum itu.
Penyebrang jalan kerap kesulitan melalui jalan selebar 32 meter dengan delapan lajur. Pasalnya, kendaraan yang melintas sangat cepat. Bahkan, kendaraan tidak memberikan kesempatan pada penyebrang jalan untuk melintas.
Dessi mahasiswa Universitas Gunadarma menceritakan, untuk menyebrang jalan saat kendaraan ramai diperlukan waktu antara lima hingga 10 menit. Bahkan, saat baru melalui satu lajur, terpaksa harus mundur kembali karena kendaraan di lajur berikutnya tak mau berhenti.
“Sudah tidak ada jembatan, mobilnya juga kenceng jalannya. Nyusahin,” kata dia kesal, Jumat (7/12/2012).
Tak jarang penyebrang yang melintas menjadi korban kecelakaan.
“Saya sudah hati-hati tetap saja mobilnya tidak mau ngalah,” kecamnya.
Dia sangat menyesalkan tidak adanya perhatian Pemerintah Kota Depok, yang tidak menyediakan JPO. Padahal, sudah banyak penyebrang jalan yang menjadi korban kecelakaan. Terakhir menimpa seorang wanita pada Rabu (5/12/2012) hingga tewas.
“Apa harus menelan korban lebih banyak, baru dibangun jembatan. Jangan Cuma lebarin jalan, yang akhirnya nyusahin pejalan kaki. Sedangkan jalan dilebarin juga Cuma buat parkir liar," kritis mahasiswa jurusan hukum itu.
(stb)