Longsor, 3 desa nyaris terisolir
Kamis, 06 Desember 2012 - 19:56 WIB
Longsor, 3 desa nyaris terisolir
A
A
A
Sindonews.com - Hanya beberapa jam hujan deras, sejumlah desa di Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung dilanda longsor. Akibat hujan tersebut, akses warga dan jembatan desa rusak sehingga warga nyaris terisolir.
Tanah merah bercampur material batu dan kayu menguruk sebagian badan jalan di Desa Kedoyo. Pemandangan yang sama juga terlihat di Desa Nglurup dan Desa Geger. Bahkan jembatan yang menghubungkan Desa Geger dengan Desa Nglurup putus.
Untuk ke Kota Tulungagung, warga terpaksa mengambil jalan memutar dengan jarak yang lebih jauh.
“Untungnya tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun putusnya jembatan ini sangat merepotkan warga,“ tutur Sukaji (37) warga Desa Geger kepada wartawan, Kamis (6/12/2012).
Geografis di Kecamatan Sendang sebagian besar berupa perbukitan. Dataran tinggi dengan permukiman penduduk di sekitar punggung, lereng dan kaki bukit itu tidak terputus hingga menuju arah Gunung Wilis yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kediri dan Nganjuk.
Faktor yang membuat musibah longsor mudah terjadi dikarenakan sebagian besar sudah tidak ada tanaman yang tumbuh disana. Kalaupun program reboisasi dijalankan, tanaman yang ada masih dalam proses pertumbuhan.
Menurut keterangan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tulungagung Agus Purwanto, longsor yang terjadi di Desa Nglurup sempat menimpa teras rumah seorang warga.
“Namun tidak ada korban jiwa atau kerusakan hebat akibat bencana. Lumpur memang mengotori tempat tinggal warga setempat, namun langsung bisa dibersihkan dengan cepat,“ terangnya.
Untuk jembatan desa memang rusak parah. Usia tua ditambah beban material lumpur membuat pilar jembatan patah. Untuk rehabilitasi jembatan, menurut Agus pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga serta dinas pengairan.
Mengingat hujan masih terus berlangsung, Agus mengimbau kepada warga untuk terus menjaga kewaspadaan. Sebab tidak tertutup kemungkinan akan terjadi longsor susulan.
Tanah merah bercampur material batu dan kayu menguruk sebagian badan jalan di Desa Kedoyo. Pemandangan yang sama juga terlihat di Desa Nglurup dan Desa Geger. Bahkan jembatan yang menghubungkan Desa Geger dengan Desa Nglurup putus.
Untuk ke Kota Tulungagung, warga terpaksa mengambil jalan memutar dengan jarak yang lebih jauh.
“Untungnya tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun putusnya jembatan ini sangat merepotkan warga,“ tutur Sukaji (37) warga Desa Geger kepada wartawan, Kamis (6/12/2012).
Geografis di Kecamatan Sendang sebagian besar berupa perbukitan. Dataran tinggi dengan permukiman penduduk di sekitar punggung, lereng dan kaki bukit itu tidak terputus hingga menuju arah Gunung Wilis yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kediri dan Nganjuk.
Faktor yang membuat musibah longsor mudah terjadi dikarenakan sebagian besar sudah tidak ada tanaman yang tumbuh disana. Kalaupun program reboisasi dijalankan, tanaman yang ada masih dalam proses pertumbuhan.
Menurut keterangan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tulungagung Agus Purwanto, longsor yang terjadi di Desa Nglurup sempat menimpa teras rumah seorang warga.
“Namun tidak ada korban jiwa atau kerusakan hebat akibat bencana. Lumpur memang mengotori tempat tinggal warga setempat, namun langsung bisa dibersihkan dengan cepat,“ terangnya.
Untuk jembatan desa memang rusak parah. Usia tua ditambah beban material lumpur membuat pilar jembatan patah. Untuk rehabilitasi jembatan, menurut Agus pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga serta dinas pengairan.
Mengingat hujan masih terus berlangsung, Agus mengimbau kepada warga untuk terus menjaga kewaspadaan. Sebab tidak tertutup kemungkinan akan terjadi longsor susulan.
(ysw)