7 kecamatan di Bojonegoro rawan DBD
Kamis, 06 Desember 2012 - 16:14 WIB
7 kecamatan di Bojonegoro rawan DBD
A
A
A
Sindonews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro mengingatkan warga di tujuh kecamatan untuk mewaspadai musim hujan karena daerahnya masuk dalam kawasan rawan demam berdarah.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Pemkab Bojonegoro, Ikhsan, menyatakan, kecamatan yang dinyatakan rawan demam berdarah yakni Sumberejo, Kanor, Balen, Kalitidu, Ngasem, Bojonegoro, dan Kedungadem.
“Di tujuh kecamatan itu ada temuan kasus demam berdarah,” ujar Ikhsan di kantornya, Kamis (6/12/2012).
Di Kecamatan Kedungadem misalnya ditemukan ada empat warga yang terjangkit demam berdarah. Saat ini penderita demam berdarah tersebut dirawat di puskesmas dan rumah sakit.
Menurut Ikhsan, serangan demam berdarah memang rawan saat awal musim hujan. Sebab, kata dia, saat ini terdapat banyak genangan air sehingga nyamuk bisa berkembang biak. Jentik aedes aegypti ini merupakan embrio nyamuk demam berdarah.
Salah satu pasien demam berdarah yakni Haris Al Azhar (7) asal Desa/Kecamatan Ngasem, kini dirawat di rumah sakit umum Aisyiah Bojonegoro. Bocah kelas satu sekolah dasar itu dinyatakan menderita gejala demam berdarah.
“Haris sudah dirawat di rumah sakit sejak seminggu ini,” ujar Ridwan (36) keluarga pasien.
Ia menuturkan, saat pertama kali terjangkit gejala demam berdarah tersebut, Haris mengalami demam tinggi disertai muntah-muntah. Keluarga lalu membawanya ke puskesmas dan kemudian dirujuk ke rumah sakit umum Aisyiah untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
“Saat ini kondisinya mulai membaik. Dia sudah tidak muntah-muntah lagi,” ujar Ridwan.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Pemkab Bojonegoro, Ikhsan, menyatakan, kecamatan yang dinyatakan rawan demam berdarah yakni Sumberejo, Kanor, Balen, Kalitidu, Ngasem, Bojonegoro, dan Kedungadem.
“Di tujuh kecamatan itu ada temuan kasus demam berdarah,” ujar Ikhsan di kantornya, Kamis (6/12/2012).
Di Kecamatan Kedungadem misalnya ditemukan ada empat warga yang terjangkit demam berdarah. Saat ini penderita demam berdarah tersebut dirawat di puskesmas dan rumah sakit.
Menurut Ikhsan, serangan demam berdarah memang rawan saat awal musim hujan. Sebab, kata dia, saat ini terdapat banyak genangan air sehingga nyamuk bisa berkembang biak. Jentik aedes aegypti ini merupakan embrio nyamuk demam berdarah.
Salah satu pasien demam berdarah yakni Haris Al Azhar (7) asal Desa/Kecamatan Ngasem, kini dirawat di rumah sakit umum Aisyiah Bojonegoro. Bocah kelas satu sekolah dasar itu dinyatakan menderita gejala demam berdarah.
“Haris sudah dirawat di rumah sakit sejak seminggu ini,” ujar Ridwan (36) keluarga pasien.
Ia menuturkan, saat pertama kali terjangkit gejala demam berdarah tersebut, Haris mengalami demam tinggi disertai muntah-muntah. Keluarga lalu membawanya ke puskesmas dan kemudian dirujuk ke rumah sakit umum Aisyiah untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
“Saat ini kondisinya mulai membaik. Dia sudah tidak muntah-muntah lagi,” ujar Ridwan.
(ysw)