Penumpang KA tolak penertiban
Kamis, 06 Desember 2012 - 13:27 WIB
Penumpang KA tolak penertiban
A
A
A
Sindonews.com - Untuk menertibkan para penumpang dan pedagang asongan PT KAI, kembali menerjunkan anggota Marinir dan Brimob. Namun, razia yang dilakukan oleh dua pasukan elit ini, mendapatkan penolakan dari sejumlah penumpang di Stasiun Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat.
Ketegangan terjadi antara anggota Marinir, dengan seorang yang diduga anggota TNI yang memaksa masuk ke dalam Kabin Kereta Ekonomi jurusan Tanahabang. Meski dilarang, oknum anggota TNI tersebut tetap memaksa masuk ke dalam Kabin Kereta Api.
Feri seorang penumpang menilai, kebijakan yang diberlakukan oleh PT KAI terlalu berlebihan. Karena menerjunkan dua pasukan elit hanya untuk melakukan penertiban di sejumlah stasiun.
“Saya hanya pengguna kereta yang membayar dan bukan musuh negera,” kata Feri mengeluh.
Ia berharap, PT KAI memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan kerteta api. Tidak dengan melakukan razia yang melibatkan dua pasukan elit.
“Seharusnya PT KAI memberikan pelayanan yang terbaik bagi penumpang, bukan melakukan razia terhadap penumpang yang legal,” kata Feri kesal.
Sementara itu, keberadaan ratusan anggota Marinir dan Brimob bersenjata lengkap, bertujuan untuk melakukan penertiban terhadap para pedagang asongan, penumpang yang naik di atas gerbong dan kabin kereta api. Pengerahan anggota TNI dan Polri ini, sudah dilakukan PT KAI sejak 3 Desember lalu.
Ketegangan terjadi antara anggota Marinir, dengan seorang yang diduga anggota TNI yang memaksa masuk ke dalam Kabin Kereta Ekonomi jurusan Tanahabang. Meski dilarang, oknum anggota TNI tersebut tetap memaksa masuk ke dalam Kabin Kereta Api.
Feri seorang penumpang menilai, kebijakan yang diberlakukan oleh PT KAI terlalu berlebihan. Karena menerjunkan dua pasukan elit hanya untuk melakukan penertiban di sejumlah stasiun.
“Saya hanya pengguna kereta yang membayar dan bukan musuh negera,” kata Feri mengeluh.
Ia berharap, PT KAI memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan kerteta api. Tidak dengan melakukan razia yang melibatkan dua pasukan elit.
“Seharusnya PT KAI memberikan pelayanan yang terbaik bagi penumpang, bukan melakukan razia terhadap penumpang yang legal,” kata Feri kesal.
Sementara itu, keberadaan ratusan anggota Marinir dan Brimob bersenjata lengkap, bertujuan untuk melakukan penertiban terhadap para pedagang asongan, penumpang yang naik di atas gerbong dan kabin kereta api. Pengerahan anggota TNI dan Polri ini, sudah dilakukan PT KAI sejak 3 Desember lalu.
(stb)