Merapi kepulkan asap, awas banjir lahar dingin
Rabu, 05 Desember 2012 - 12:41 WIB
Merapi kepulkan asap, awas banjir lahar dingin
A
A
A
Sindonews.com - Banjir lahar dingin material sisa erupsi Merapi 2010 lalu mulai mengancam wilayah lereng Gunung Merapi. Curah hujan yang turun belakangan ini dikhawatirkan bisa membawa lahar dingin ke jalur aliran lahar.
Pantauan SINDO, Rabu (5/12/12) sekira pukul 07.45 WIB tadi puncak Merapi mengeluarkan asap sulvatara hingga ketinggian 400 meter.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) DIY, Subandrio mengatakan, asap putih tebal tersebut merupakan akibat dari banyaknya guyuran hujan yang jatuh ke dalam kawah Merapi.
"Asapnya dominan tebal dan lebih banyak kandungan air. Kalau untuk status kondisi Merapi saat ini masih normal," kata Subandrio di kantornya, Rabu (5/12/2012).
Saat ini, pihaknya juga belum melakukan pelarangan untuk pendakian. Namun demikian, masyarakat di sekitar lereng gunung Merapi terutama yang tinggal di sekitaran jalur aliran Merapi untuk meningkatkan kewaspadaannya akan bencana banjir lahar dingin.
"Yang perlu diwaspadai banjir lahar dingin," ucapnya.
Sementara, Kepala Seksi Gunung Merapi, BPPTK, Sri Sumarti mengatakan, endapan material lahar dingin sisa erupsi Merapi saat ini masih ada 77 juta meter kubik yang ada di sekitar puncak. Terjadi atau tidaknya banjir lahar, tergantung pada curah hujannya.
Menurutnya, wilayah pemukiman yang harus diwaspadai selain aliran sungai yang menyempit, juga sungai yang mempunyai aliran yang datar atau berbelok, diantaranya seperti di Sungai Code, maupun Sungai Boyong.
“Meski sudah dinormalisasi, ancamannya tetap ada. Ketika terjadi banjir lahar ditakutkan lahar tersebut meluber dari sungai ketika menemui sungai yang rendah,” paparnya.
Pantauan SINDO, Rabu (5/12/12) sekira pukul 07.45 WIB tadi puncak Merapi mengeluarkan asap sulvatara hingga ketinggian 400 meter.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) DIY, Subandrio mengatakan, asap putih tebal tersebut merupakan akibat dari banyaknya guyuran hujan yang jatuh ke dalam kawah Merapi.
"Asapnya dominan tebal dan lebih banyak kandungan air. Kalau untuk status kondisi Merapi saat ini masih normal," kata Subandrio di kantornya, Rabu (5/12/2012).
Saat ini, pihaknya juga belum melakukan pelarangan untuk pendakian. Namun demikian, masyarakat di sekitar lereng gunung Merapi terutama yang tinggal di sekitaran jalur aliran Merapi untuk meningkatkan kewaspadaannya akan bencana banjir lahar dingin.
"Yang perlu diwaspadai banjir lahar dingin," ucapnya.
Sementara, Kepala Seksi Gunung Merapi, BPPTK, Sri Sumarti mengatakan, endapan material lahar dingin sisa erupsi Merapi saat ini masih ada 77 juta meter kubik yang ada di sekitar puncak. Terjadi atau tidaknya banjir lahar, tergantung pada curah hujannya.
Menurutnya, wilayah pemukiman yang harus diwaspadai selain aliran sungai yang menyempit, juga sungai yang mempunyai aliran yang datar atau berbelok, diantaranya seperti di Sungai Code, maupun Sungai Boyong.
“Meski sudah dinormalisasi, ancamannya tetap ada. Ketika terjadi banjir lahar ditakutkan lahar tersebut meluber dari sungai ketika menemui sungai yang rendah,” paparnya.
(ysw)