Bupati Garut didesak mundur
Selasa, 04 Desember 2012 - 00:32 WIB
Bupati Garut didesak mundur
A
A
A
Sindonews.com - Nikah siri Bupati Garut Aceng Fikri dengan ABG berinisial FO (18), menimbulkan kontroversi. Akibat kontroversi tersebut, Bahkan ada suara-suara yang mendesak sang bupati mundur dari jabatannya.
Menanggapi desakan mundur, Bupati Aceng menanggapinya dingin. "Ya harus jelas dulu dasar desakan karena apa?" kata Aceng, usai bertemu dengan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan, di Gedung Pakuan, Jalan Otista Bandung, Jabar, Senin (3/12/2012) malam.
Aceng justru menuding, desakan mundur terhadap dirinya terjadi karena ada pihak yang mempolitisir. Meski begitu, dia tidak menyebutkan unsur politik apa dan pihak mana yang mempolitisir.
"Jangan karena nuansa politik yang kental begitu. Kalau desakan rasional yuridis itu tidak masalah," ucapnya.
Dia juga sudah mendapat kabar bahwa kabar pernikahan sirinya sudah sampai kepada Presiden Susilo Bambang Yidhoyono (SBY) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Dia mengaku menerima siapa pun yang menegur dan mengomentarinya. "Apalagi mereka atasan saya," ujarnya.
Mengenai akan jatuhnya sanksi buat dirinya, dia siap menerima selama sanksi itu proporsional dan sesuai hukum yang berlaku. "Nggak masalah," tandasnya.
Sementara Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, dalam pertemuan tersebut pihaknya menjalankan tugas dari Mendagri untuk melakukan klarifikasi terhadap Bupati Aceng. Menurutnya, Pemprov Jabar merupakan kepanjangan tangan pemerintah pusat melalui Mendagri.
Heryawan menjelaskan, setelah menerima klarifikasi dari Bupati Aceng, pihaknya melayangkan laporan tertulis kepada Mendagri. Selanjutnya, tindak lanjut dari Mendagri ada di tangan pemerintah pusat, termasuk mengenai sanksi.
"Fakta yang terungkap tadi saya akan tulis, akan laporkan ke Mendagri. Kemudian ini urusan Mendagri (sanksi) apa yang akan diberikan," jelas Heryawan.
Dia menuturkan, pertemuannya dengan Aceng Fikri sebagai upaya klarifikasi sebagaimana perintah dari Mendagri. "Ya sanksinya urusan Mendagri," tegasnya.
Menanggapi desakan mundur, Bupati Aceng menanggapinya dingin. "Ya harus jelas dulu dasar desakan karena apa?" kata Aceng, usai bertemu dengan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan, di Gedung Pakuan, Jalan Otista Bandung, Jabar, Senin (3/12/2012) malam.
Aceng justru menuding, desakan mundur terhadap dirinya terjadi karena ada pihak yang mempolitisir. Meski begitu, dia tidak menyebutkan unsur politik apa dan pihak mana yang mempolitisir.
"Jangan karena nuansa politik yang kental begitu. Kalau desakan rasional yuridis itu tidak masalah," ucapnya.
Dia juga sudah mendapat kabar bahwa kabar pernikahan sirinya sudah sampai kepada Presiden Susilo Bambang Yidhoyono (SBY) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Dia mengaku menerima siapa pun yang menegur dan mengomentarinya. "Apalagi mereka atasan saya," ujarnya.
Mengenai akan jatuhnya sanksi buat dirinya, dia siap menerima selama sanksi itu proporsional dan sesuai hukum yang berlaku. "Nggak masalah," tandasnya.
Sementara Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, dalam pertemuan tersebut pihaknya menjalankan tugas dari Mendagri untuk melakukan klarifikasi terhadap Bupati Aceng. Menurutnya, Pemprov Jabar merupakan kepanjangan tangan pemerintah pusat melalui Mendagri.
Heryawan menjelaskan, setelah menerima klarifikasi dari Bupati Aceng, pihaknya melayangkan laporan tertulis kepada Mendagri. Selanjutnya, tindak lanjut dari Mendagri ada di tangan pemerintah pusat, termasuk mengenai sanksi.
"Fakta yang terungkap tadi saya akan tulis, akan laporkan ke Mendagri. Kemudian ini urusan Mendagri (sanksi) apa yang akan diberikan," jelas Heryawan.
Dia menuturkan, pertemuannya dengan Aceng Fikri sebagai upaya klarifikasi sebagaimana perintah dari Mendagri. "Ya sanksinya urusan Mendagri," tegasnya.
(maf)