400 meter jalan Beru-beru buruk
Senin, 03 Desember 2012 - 10:18 WIB
400 meter jalan Beru-beru buruk
A
A
A
Sindonews.com - Warga Desa Beru-beru, Kecamatan Kalukku Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), meminta DPRD segera menganggarkan perbaikan jalan. Pasalnya, hal itu dikira penting bagi warga mengingat akses jalan menuju desa tersebut sangat buruk.
Kepala Desa Beru-Beru Abdul Wahab menyebutkan, sepanjang 400 meter jalanan rusak berat. Kondisinya tersebut biasanya semakin parah jika musim hujan tiba.
"Banyak lubang tergenang air dan ini sudah tentu memperparah jalan yang memang sudah lama rusak. Kebetulan ada Ketua DPRD ke desa kami, jadi ini kesempatan untuk menyampaikan aspirasi warga," tutur Abdul Wahab, di Desa Beru-Beru, Mamuju, Senin (3/11/2012).
Menurutnya, akses jalan ke Desa Beru-beru bukan jalur utama. Sehingga tidak mendapat prioritas anggaran dari pemerintah.
Sementqra itu Ketua DPRD Hamzah Hapati Hasan mengatakan, mayoritas jalan desa memang rusak berat. Untuk Desa Beru-Beru, dia mengaku akan menghitungnya. Bahkan, jika mungkin dimasukkan dalam APBD Provinsi Sulbar 2013.
"Sepertinya, memang sengaja saya dikasih lewat di jalan itu supaya bisa melihat sendiri kondisi jalannya. Kurang lebih 400 meter jalanan itu dalam kondisi rusak. Nanti kita hitung. Jika memang anggarannya tidak terlalu besar, bisa dibiayai secara pribadi tanpa dianggarkan di APBD,” jelasnya.
Hamzah yang berasal dari dapil Mamuju juga akan membantu membangun drainase di Desa Beru-Beru. Dia dan Muh Rakhmat Abdullah BR akan mengupayakan perbaikan infrastruktur
Pada era 1969 sampai 1978, Desa Beru-beru menjadi home base saat terjadi kerusuhan besar antar warga. Home base itu dibangun oleh Bupati ke-4 Mamuju, Hapati Hasan.
Kepala Desa Beru-Beru Abdul Wahab menyebutkan, sepanjang 400 meter jalanan rusak berat. Kondisinya tersebut biasanya semakin parah jika musim hujan tiba.
"Banyak lubang tergenang air dan ini sudah tentu memperparah jalan yang memang sudah lama rusak. Kebetulan ada Ketua DPRD ke desa kami, jadi ini kesempatan untuk menyampaikan aspirasi warga," tutur Abdul Wahab, di Desa Beru-Beru, Mamuju, Senin (3/11/2012).
Menurutnya, akses jalan ke Desa Beru-beru bukan jalur utama. Sehingga tidak mendapat prioritas anggaran dari pemerintah.
Sementqra itu Ketua DPRD Hamzah Hapati Hasan mengatakan, mayoritas jalan desa memang rusak berat. Untuk Desa Beru-Beru, dia mengaku akan menghitungnya. Bahkan, jika mungkin dimasukkan dalam APBD Provinsi Sulbar 2013.
"Sepertinya, memang sengaja saya dikasih lewat di jalan itu supaya bisa melihat sendiri kondisi jalannya. Kurang lebih 400 meter jalanan itu dalam kondisi rusak. Nanti kita hitung. Jika memang anggarannya tidak terlalu besar, bisa dibiayai secara pribadi tanpa dianggarkan di APBD,” jelasnya.
Hamzah yang berasal dari dapil Mamuju juga akan membantu membangun drainase di Desa Beru-Beru. Dia dan Muh Rakhmat Abdullah BR akan mengupayakan perbaikan infrastruktur
Pada era 1969 sampai 1978, Desa Beru-beru menjadi home base saat terjadi kerusuhan besar antar warga. Home base itu dibangun oleh Bupati ke-4 Mamuju, Hapati Hasan.
(rsa)