PKL alun-alun Kota Bojonegoro direlokasi
Senin, 03 Desember 2012 - 02:02 WIB
PKL alun-alun Kota Bojonegoro direlokasi
A
A
A
Sindonews.com – Para pedagang kaki lima (PKL) tidak boleh lagi membangun lapak dan berjualan di sekitar Alun-Alun Kota Bojonegoro. Untuk sementara para PKL diperbolehkan berjualan di sekitar Jalan Pahlawan dan Jalan Trunojoyo Kota Bojonegoro.
Penertiban dan penataan pedagang kaki lima ini seiring dengan pembangunan sarana dan prasarana di Alun-Alun Kota Bojonegoro. Trotoar di sekeliling alun-alun dibongkar dan diperbaiki. Para pedagang yang biasa berjualan di atas trotoar itu tidak boleh lagi menempati tempat itu.
Para pedagang kaki lima dipindahkan di kawasan Jalan Pahlawan dan Jalan Trunojoyo. Pihak Pemkab Bojonegoro menyediakan tenda-tenda bagi para pedagang kaki lima yang ingin berjualan. Namun, tenda-tenda itu terlihat hanya dipakai untuk tempat parkir sepeda motor. Para PKL memilih menggunakan trotoar untuk menggelar dagangan atau tempat lesehan bagi pelanggan.
Menurut Takim (36) salah seorang PKL mengatakan, penataan Alun-Alun Kota Bojonegoro tidak boleh mengorbankan pedagang kaki lima. “Jangan karena demi keindahan lalu menggusur pedagang kaki lima,” ujarnya, Minggu (12/11/2012).
Menurutnya, para PKL yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Kaki Lima Bojonegoro telah bertemu dengan Pemkab Bojonegoro. Intinya para pedagang minta tetap diperbolehkan berjualan.
Menurut Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkab Bojonegoro, Nurul Azizah, menyatakan, penataan Alun-Alun Bojonegoro akan dikembalikan fungsinya seperti semula yaitu sebagai tempat olah raga dan tempat hiburan bagi keluarga.
“Alun-Alun Bojonegoro saat ini kondisinya semrawut sehingga perlu pembenahan dan penataan,” ujarnya.
Menurutnya, untuk sementara para PKL yang mangkal di alun-alun dipindahkan ke lokasi lain yakni sekitar Jalan Pahlawan dan Jalan Trunojoyo. Sedikitnya ada 102 pedagang kaki lima yang sebelumnya mangkal di alun-alun. Sebagian besar pedagang berjualan makanan, minuman, dan aneka kerajinan.
Ke depan, kata Nurul Azizah, para pedagang kaki lima akan ditempatkan di lokasi khusus dengan fasilitas yang memadai. Dengan begitu, selain membuat Alun-Alun Kota Bojonegoro lebih indah, juga membuat para pedagang kaki lima tidak kehilangan pekerjaan.
Penertiban dan penataan pedagang kaki lima ini seiring dengan pembangunan sarana dan prasarana di Alun-Alun Kota Bojonegoro. Trotoar di sekeliling alun-alun dibongkar dan diperbaiki. Para pedagang yang biasa berjualan di atas trotoar itu tidak boleh lagi menempati tempat itu.
Para pedagang kaki lima dipindahkan di kawasan Jalan Pahlawan dan Jalan Trunojoyo. Pihak Pemkab Bojonegoro menyediakan tenda-tenda bagi para pedagang kaki lima yang ingin berjualan. Namun, tenda-tenda itu terlihat hanya dipakai untuk tempat parkir sepeda motor. Para PKL memilih menggunakan trotoar untuk menggelar dagangan atau tempat lesehan bagi pelanggan.
Menurut Takim (36) salah seorang PKL mengatakan, penataan Alun-Alun Kota Bojonegoro tidak boleh mengorbankan pedagang kaki lima. “Jangan karena demi keindahan lalu menggusur pedagang kaki lima,” ujarnya, Minggu (12/11/2012).
Menurutnya, para PKL yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Kaki Lima Bojonegoro telah bertemu dengan Pemkab Bojonegoro. Intinya para pedagang minta tetap diperbolehkan berjualan.
Menurut Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkab Bojonegoro, Nurul Azizah, menyatakan, penataan Alun-Alun Bojonegoro akan dikembalikan fungsinya seperti semula yaitu sebagai tempat olah raga dan tempat hiburan bagi keluarga.
“Alun-Alun Bojonegoro saat ini kondisinya semrawut sehingga perlu pembenahan dan penataan,” ujarnya.
Menurutnya, untuk sementara para PKL yang mangkal di alun-alun dipindahkan ke lokasi lain yakni sekitar Jalan Pahlawan dan Jalan Trunojoyo. Sedikitnya ada 102 pedagang kaki lima yang sebelumnya mangkal di alun-alun. Sebagian besar pedagang berjualan makanan, minuman, dan aneka kerajinan.
Ke depan, kata Nurul Azizah, para pedagang kaki lima akan ditempatkan di lokasi khusus dengan fasilitas yang memadai. Dengan begitu, selain membuat Alun-Alun Kota Bojonegoro lebih indah, juga membuat para pedagang kaki lima tidak kehilangan pekerjaan.
(ysw)