Cegah bentrok susulan, ratusan aparat diterjunkan
Sabtu, 01 Desember 2012 - 12:56 WIB
Cegah bentrok susulan, ratusan aparat diterjunkan
A
A
A
Sindonews.com - Pasca pembakaran dan perusakan sejumlah rumah di dusun II Desa Pombewe, Kabupaten Sigi, aparat gabungan Polda Sulawesi Tengah dan Polres Donggala menerjunkan tiga ratus personel gabungan, pagi tadi.
Aparat gabungan ini terdiri dari pasukan Brimob, Perintis, Sabhara, reserse dan kriminal, dan satuan Intelkam.
Kapolres Donggala, AKBP Sururi menyatakan, langkah itu diambil untuk mencegah terjadinya kembali aksi pembakaran dan perusakan rumah.
"Petugas yang diterjunkan ditujukan untuk menjaga sejumlah titik yang rawan dijadikan sebagai lokasi bentrok," jelas AKBP Sururi kepada wartawan, Sabtu (1/12/2012).
Sururi juga mengaku telah mengamankan seorang warga yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan dan penikaman. Namun dia tak menyebut identitas pelaku yang diamankan tersebut.
"Untuk kepentingan penyidikan, kami rahasiakan dulu identitasnya," jelasnya.
Diketahui, hingga pagi ini belum ada upaya dari pemerintah daerah untuk melakukan pertemuan seputar masalah tersebut. Namun pemerintah melaui Camat dan unsur Muspika kecamatan dan aparat kepolisian terus mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi balasan.
Sebelumnya, bentrokan antar warga dari dua dusun, yakni Dusun Satu dan Dusun Dua, Desa Pombewe, Kecataman Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat 30 November 2012 malam kembali pecah. Dalam bentrokan ini, satu rumah milik warga dusun satu dibakar, dan dua lainnya dirusak massa.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi tadi malam, puluhan aparat Brimob Polda Sulawesi Tengah, berusaha mengejar warga yang diduga membakar rumah dengan melepaskan tembakan ke udara.
Selain itu, petugas juga menghalau kedua kelompok massa yang masih satu desa, dan memiliki ikatan keluarga ini, agar tidak saling serang. Kedua kelompok warga ini pun akhirnya berhasil dipukul mundur aparat.
Sebelumnya, pada Kamis 29 November 2012 malam, bentrokan antar warga juga terjadi. Bahkan mengakibatkan seorang warga dari Dusun Dua bernama Warfan (27), tewas terkena sabetan senjata tajam. Sedangkan dua warga lainnya mengalami luka.
Bentrokan antar warga dari dusun ini, diduga dipicu dendam lama antar kelompok pemuda di desa tersebut. Untuk mencegah bentrokan susulan, aparat kepolisian melakukan penyisiran dan berhasil menyita senjata tajam yang digunakan warga yang terlibat bentrok.
Aparat gabungan ini terdiri dari pasukan Brimob, Perintis, Sabhara, reserse dan kriminal, dan satuan Intelkam.
Kapolres Donggala, AKBP Sururi menyatakan, langkah itu diambil untuk mencegah terjadinya kembali aksi pembakaran dan perusakan rumah.
"Petugas yang diterjunkan ditujukan untuk menjaga sejumlah titik yang rawan dijadikan sebagai lokasi bentrok," jelas AKBP Sururi kepada wartawan, Sabtu (1/12/2012).
Sururi juga mengaku telah mengamankan seorang warga yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan dan penikaman. Namun dia tak menyebut identitas pelaku yang diamankan tersebut.
"Untuk kepentingan penyidikan, kami rahasiakan dulu identitasnya," jelasnya.
Diketahui, hingga pagi ini belum ada upaya dari pemerintah daerah untuk melakukan pertemuan seputar masalah tersebut. Namun pemerintah melaui Camat dan unsur Muspika kecamatan dan aparat kepolisian terus mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi balasan.
Sebelumnya, bentrokan antar warga dari dua dusun, yakni Dusun Satu dan Dusun Dua, Desa Pombewe, Kecataman Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat 30 November 2012 malam kembali pecah. Dalam bentrokan ini, satu rumah milik warga dusun satu dibakar, dan dua lainnya dirusak massa.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi tadi malam, puluhan aparat Brimob Polda Sulawesi Tengah, berusaha mengejar warga yang diduga membakar rumah dengan melepaskan tembakan ke udara.
Selain itu, petugas juga menghalau kedua kelompok massa yang masih satu desa, dan memiliki ikatan keluarga ini, agar tidak saling serang. Kedua kelompok warga ini pun akhirnya berhasil dipukul mundur aparat.
Sebelumnya, pada Kamis 29 November 2012 malam, bentrokan antar warga juga terjadi. Bahkan mengakibatkan seorang warga dari Dusun Dua bernama Warfan (27), tewas terkena sabetan senjata tajam. Sedangkan dua warga lainnya mengalami luka.
Bentrokan antar warga dari dusun ini, diduga dipicu dendam lama antar kelompok pemuda di desa tersebut. Untuk mencegah bentrokan susulan, aparat kepolisian melakukan penyisiran dan berhasil menyita senjata tajam yang digunakan warga yang terlibat bentrok.
(rsa)