Nurlena menyesali bunuh Aini
Jum'at, 30 November 2012 - 16:59 WIB
Nurlena menyesali bunuh Aini
A
A
A
Sindonews.com - Nurlena (26), ibu tiri yang diduga menganiaya puterinya bernama Aini Junistisia (4), mengaku menyesal telah menganiaya anak tirinya hingga tewas.
Dia menangis kencang saat wartawan meminta kebenaran tuduhan tersebut. Namun, dia mengaku perbuatan itu dilakukan karena korban terlampau nakal.
“Saya sudah berkali-kali memberikan peringatan kepada Aini, tetapi tidak pernah dituruti. Akhirnya saya bersikap lebih keras,” akunya di hadapan sejumlah wartawan di Mapolresta Kabupaten Tangerang, Jumat (30/11/2012).
Nurlena mengaku, aksi kejahatannya itu dilakukan sejak dua bulan yang lalu. Hal itu dipicu, karena Aini suka berkelahi dengan kakaknya Lia (8).
“Yang menjengkelkan pertikaian antara kakak beradik ini kerap terjadi karena hal-hal sepele. Peringatan dengan kata-kata dan ancaman, sudah tidak mempan untuk keduanya,” akunya polos.
Penyesalan lebih dalam diutarakan, ketika ia tahu akibat penganiayaan yang dilakukannya menyebabkan Aini telah mengembuskan napas terakhir.
“Kalau tahu begini, saya tidak akan kerasin dia,” sesalnya.
Dia menangis kencang saat wartawan meminta kebenaran tuduhan tersebut. Namun, dia mengaku perbuatan itu dilakukan karena korban terlampau nakal.
“Saya sudah berkali-kali memberikan peringatan kepada Aini, tetapi tidak pernah dituruti. Akhirnya saya bersikap lebih keras,” akunya di hadapan sejumlah wartawan di Mapolresta Kabupaten Tangerang, Jumat (30/11/2012).
Nurlena mengaku, aksi kejahatannya itu dilakukan sejak dua bulan yang lalu. Hal itu dipicu, karena Aini suka berkelahi dengan kakaknya Lia (8).
“Yang menjengkelkan pertikaian antara kakak beradik ini kerap terjadi karena hal-hal sepele. Peringatan dengan kata-kata dan ancaman, sudah tidak mempan untuk keduanya,” akunya polos.
Penyesalan lebih dalam diutarakan, ketika ia tahu akibat penganiayaan yang dilakukannya menyebabkan Aini telah mengembuskan napas terakhir.
“Kalau tahu begini, saya tidak akan kerasin dia,” sesalnya.
(stb)