Warga ngamuk tak kebagian raskin
Kamis, 29 November 2012 - 16:30 WIB
Warga ngamuk tak kebagian raskin
A
A
A
Sindonews.com - Dalam pembagian beras untuk warga miskin (raskin), seorang ibu muda mengamuk di Kantor Lurah Aplasi, Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia mengamuk lantaran namanya tidak tercantum dalam daftar penerima jatah raskin periode ketiga. Padahal periode sebelumnya namanya sudah tercatat di kelurahan.
Anastasia Kefi, ibu muda asal Kampung Oemenu ini mewakili rekan lainnya spontan mengamuk dan memasuki ruang tempat pembagaian beras raskin di kantor Kelurahan Aplasi Kefamenanu. Aksi ini membuat sejumlah petugas pembagi raskin sontak berhenti.
Sesuai kesepakatan antara warga dengan kelurahan setempat, setiap KK penerima raskin wajib menanam bibit pohon maupun sayuran di sekitar halaman rumah.
“Kenyataannya, warga lain tidak patuhi kesepakatan itu bisa dapat jatah, lalu saya sudah tanam anakan (bibit) maupun sayur malah tidak dapat jatah, malah nama tidak ada dalam daftar,” umpat Anastasia Kefi, dengan nada kesal di kantor Kelurahan Aplasi, Kamis (29/11/2012)
Anehnya, warga lain yang tidak melakukan kesepakatan itu malah masuk dalam daftar penerima raskin. Warga menuding pihak kelurahan pilih kasih dalam pembagian raskin.
Menanggapi hal itu, Lurah Aplasi beralasan sebagian nama warga penerima raskin belum terdaftar lantaran terjadinya pembengkakan jumlah warga miskin di kelurahan itu dari data sebelumnya.
“Kejadian tadi hanya salah paham saja, soal jumlah KK penerima raskin di lurah Aplasi memang mengalami pembengkakan, tapi akan kita upayakn semuanya bisa kebagian,” jelas, Lurah Aplasi Maria Lajepen.
Sesuai catatan kelurahan, beras raskin dijatahkan kepada 123 KK miskin dengan pembagian setiap KK 15 kilogram, namun kemudian bertambah menjadi 273 KK.
Lurah setempat berjanji akan mengupayakan semua warga miskin di wilayahnya bisa mendapat jatah raskin asalkan mematuhi kesepakatan sebelumnya.
Ia mengamuk lantaran namanya tidak tercantum dalam daftar penerima jatah raskin periode ketiga. Padahal periode sebelumnya namanya sudah tercatat di kelurahan.
Anastasia Kefi, ibu muda asal Kampung Oemenu ini mewakili rekan lainnya spontan mengamuk dan memasuki ruang tempat pembagaian beras raskin di kantor Kelurahan Aplasi Kefamenanu. Aksi ini membuat sejumlah petugas pembagi raskin sontak berhenti.
Sesuai kesepakatan antara warga dengan kelurahan setempat, setiap KK penerima raskin wajib menanam bibit pohon maupun sayuran di sekitar halaman rumah.
“Kenyataannya, warga lain tidak patuhi kesepakatan itu bisa dapat jatah, lalu saya sudah tanam anakan (bibit) maupun sayur malah tidak dapat jatah, malah nama tidak ada dalam daftar,” umpat Anastasia Kefi, dengan nada kesal di kantor Kelurahan Aplasi, Kamis (29/11/2012)
Anehnya, warga lain yang tidak melakukan kesepakatan itu malah masuk dalam daftar penerima raskin. Warga menuding pihak kelurahan pilih kasih dalam pembagian raskin.
Menanggapi hal itu, Lurah Aplasi beralasan sebagian nama warga penerima raskin belum terdaftar lantaran terjadinya pembengkakan jumlah warga miskin di kelurahan itu dari data sebelumnya.
“Kejadian tadi hanya salah paham saja, soal jumlah KK penerima raskin di lurah Aplasi memang mengalami pembengkakan, tapi akan kita upayakn semuanya bisa kebagian,” jelas, Lurah Aplasi Maria Lajepen.
Sesuai catatan kelurahan, beras raskin dijatahkan kepada 123 KK miskin dengan pembagian setiap KK 15 kilogram, namun kemudian bertambah menjadi 273 KK.
Lurah setempat berjanji akan mengupayakan semua warga miskin di wilayahnya bisa mendapat jatah raskin asalkan mematuhi kesepakatan sebelumnya.
(ysw)