Antisipasi gangguan Pilkada, Polres siagakan sniper
Rabu, 28 November 2012 - 16:37 WIB
Antisipasi gangguan Pilkada, Polres siagakan sniper
A
A
A
Sindonews.com – Polres Sukabumi Kota menyiagakan penembak jitu sepanjang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Mereka akan ditempatkan di beberapa titik yang rawan terjadinya gangguan keamanan, terutama ancaman terorisme.
Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Witnu Urip Laksana menjelaskan para penembak jitu yang akan dilibatkan dalam pengaman Pilkada itu merupakan tenaga spesialis. Mereka didatangkan dari sejumlah kesatuan Polri yakni Satuan Brigade Mobil (Brimob) dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri.
“Para penembak jitu itu akan dikerahkan dalam situasi tertentu. Mereka merupakan tenaga spesialis yang mampu melakukan langkah antisipasi," kata Witnu di Mapolres Sukabumi Kota, Rabu (28/11/2012).
Ia melanjutkan, pengamanan ini tidak hanya ditujukan untuk Pilkada Kota Sukabumi saja, tapi juga rangkaian Pemilihan Gubernur Jabar karena pelaksanananya bersamaan.
Diakuinya dari sekian banyak rangkaian tahapan Pilkada maupun Pilgub, masa kampanye dan pemungutan serta penghitungan suara merupakan agenda yang rawan terjadinya gangguan.
Sementara itu Ketua Divisi Hukum KPUD Kota Sukabumi Dudi S mengatakan untuk menghadapi permasalahan hukum sepanjang dan setelah pelaksanaan pikada, lembaganya telah mengalokasikan dana advokasi sebesar kurang lebih Rp300 juta.
“Sesuai dengan pengajuan kebutuhan yang telah disetujui pemda, anggaran advokasi yang disiapkan mencapai Rp300 juta. Dana itu untuk menangani permasalahan hokum, semisal gugatan hasil pilkada atau gugatan lainnya,” beber Dudi kepada SINDO.
Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Witnu Urip Laksana menjelaskan para penembak jitu yang akan dilibatkan dalam pengaman Pilkada itu merupakan tenaga spesialis. Mereka didatangkan dari sejumlah kesatuan Polri yakni Satuan Brigade Mobil (Brimob) dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri.
“Para penembak jitu itu akan dikerahkan dalam situasi tertentu. Mereka merupakan tenaga spesialis yang mampu melakukan langkah antisipasi," kata Witnu di Mapolres Sukabumi Kota, Rabu (28/11/2012).
Ia melanjutkan, pengamanan ini tidak hanya ditujukan untuk Pilkada Kota Sukabumi saja, tapi juga rangkaian Pemilihan Gubernur Jabar karena pelaksanananya bersamaan.
Diakuinya dari sekian banyak rangkaian tahapan Pilkada maupun Pilgub, masa kampanye dan pemungutan serta penghitungan suara merupakan agenda yang rawan terjadinya gangguan.
Sementara itu Ketua Divisi Hukum KPUD Kota Sukabumi Dudi S mengatakan untuk menghadapi permasalahan hukum sepanjang dan setelah pelaksanaan pikada, lembaganya telah mengalokasikan dana advokasi sebesar kurang lebih Rp300 juta.
“Sesuai dengan pengajuan kebutuhan yang telah disetujui pemda, anggaran advokasi yang disiapkan mencapai Rp300 juta. Dana itu untuk menangani permasalahan hokum, semisal gugatan hasil pilkada atau gugatan lainnya,” beber Dudi kepada SINDO.
(ysw)