Material kurang, perbaikan jalan Kulonprogo terancam
Rabu, 28 November 2012 - 13:20 WIB
Material kurang, perbaikan jalan Kulonprogo terancam
A
A
A
Sindonews.com – Sebanyak 19 paket proyek perbaikan jalan di Kulonprogo terancam molor. Penyebabnya, karena kurangnya ketersediaan material pengeras jalan.
Kepala Bidang Bina Marga, DPU Kulonprogo, Gusdi Hartono, mengatakan 19 paket proyek yang tengah dikerjakan masuk dalam plafon anggaran belanja tambahan (ABT), APBD Perubahan 2012.
“Kami berburu dengan waktu, karena kami hanya punya waktu 45 hari, sejak 13 November sampai 27 Desember. Saat ini sebenarnya masa kritis untuk menyelesaikan berbagai proyek,” kata Gusdi di kantornya, Rabu (28/11/2012).
Dia mengatakan, masa kritis terjadi karena kekurangan hotmix untuk perbaikan jalan. Perusahaan daerah, PT Selo Adikarta (SAK) yang memproduksi hotmix tidak dapat memenuhi kebutuhan. Akibanya, kontraktor harus mencari dari pihak ketiga.
“Kami sudah matur ke pak bupati, kami sangat bergantung kepada pihak ketiga untuk memenuhi kebutuhan hotmix. PT SAK sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan kita,” kata dia.
Meski begitu, dia mengaku tetap optimistis 19 paket itu bisa diselesaikan tepat waktu. DPU, kata dia, selalu mengawasi pelaksanaan proyek. Jika ada masalah, kontraktor langsung dipanggil dan diberi peringatan pertama hingga sanksi pemutusan kontrak.
“Sekarang sudah mencapai 60 persen. Kami optimis akan selesai tepat waktu,” pungkasnya.
Kepala Bidang Bina Marga, DPU Kulonprogo, Gusdi Hartono, mengatakan 19 paket proyek yang tengah dikerjakan masuk dalam plafon anggaran belanja tambahan (ABT), APBD Perubahan 2012.
“Kami berburu dengan waktu, karena kami hanya punya waktu 45 hari, sejak 13 November sampai 27 Desember. Saat ini sebenarnya masa kritis untuk menyelesaikan berbagai proyek,” kata Gusdi di kantornya, Rabu (28/11/2012).
Dia mengatakan, masa kritis terjadi karena kekurangan hotmix untuk perbaikan jalan. Perusahaan daerah, PT Selo Adikarta (SAK) yang memproduksi hotmix tidak dapat memenuhi kebutuhan. Akibanya, kontraktor harus mencari dari pihak ketiga.
“Kami sudah matur ke pak bupati, kami sangat bergantung kepada pihak ketiga untuk memenuhi kebutuhan hotmix. PT SAK sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan kita,” kata dia.
Meski begitu, dia mengaku tetap optimistis 19 paket itu bisa diselesaikan tepat waktu. DPU, kata dia, selalu mengawasi pelaksanaan proyek. Jika ada masalah, kontraktor langsung dipanggil dan diberi peringatan pertama hingga sanksi pemutusan kontrak.
“Sekarang sudah mencapai 60 persen. Kami optimis akan selesai tepat waktu,” pungkasnya.
(ysw)