PRT ditemukan tewas tertindih motor
Selasa, 27 November 2012 - 14:57 WIB
PRT ditemukan tewas tertindih motor
A
A
A
Sindonews.com - Izin pergi ke pesta pernikahan temannya, seorang pembantu rumah tangga ditemukan tewas di pinggir Jalan Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Bulu Tempe, Kecamatan Tanete Rianttang Barat, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sesosok mayat perempuan yang diketahui bernama Fitri tersebut ditemukan telentang dengan wajah tertindih motor di pinggir jalan. Korban yang diketahui bernama Fitri tersebut adalah seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT) di rumah salah seorang warga, Adriani di BTN Griya Watampone Indah, Kelurahan Bulu Tempe.
Dari pengakuan majikannya, Adriani, korban minta izin hendak ke pesta pernikahan temannya pada Senin 26 November 2012 pukul 17.00 WITA. Dengan mengendarai motor Skydrive warna merah miliknya dengan nomor polisi DD 5234 MW.
Kepala Sentra Pelayanan Polsek Tanete Riattang, Aiptu Adenan mengatakan pihaknya belum mengetahui pasti motif dari kematian korban.
"Dugaan sementara bahwa kematian korban diduga kecelakaan tunggal," ungkap Adenan menjelaskan kepada wartawan, Selasa (27/11/2012).
Adenan mengatakan pihaknya tetap melakukan penyelidikan terkait kematian korban. Jasad korban langsung di evakuasi ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tenriawaru Bone untuk dilakukan visum.
Sesosok mayat perempuan yang diketahui bernama Fitri tersebut ditemukan telentang dengan wajah tertindih motor di pinggir jalan. Korban yang diketahui bernama Fitri tersebut adalah seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT) di rumah salah seorang warga, Adriani di BTN Griya Watampone Indah, Kelurahan Bulu Tempe.
Dari pengakuan majikannya, Adriani, korban minta izin hendak ke pesta pernikahan temannya pada Senin 26 November 2012 pukul 17.00 WITA. Dengan mengendarai motor Skydrive warna merah miliknya dengan nomor polisi DD 5234 MW.
Kepala Sentra Pelayanan Polsek Tanete Riattang, Aiptu Adenan mengatakan pihaknya belum mengetahui pasti motif dari kematian korban.
"Dugaan sementara bahwa kematian korban diduga kecelakaan tunggal," ungkap Adenan menjelaskan kepada wartawan, Selasa (27/11/2012).
Adenan mengatakan pihaknya tetap melakukan penyelidikan terkait kematian korban. Jasad korban langsung di evakuasi ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tenriawaru Bone untuk dilakukan visum.
(azh)