Premium langka, ratusan nelayan tidak melaut
Selasa, 27 November 2012 - 14:27 WIB
Premium langka, ratusan nelayan tidak melaut
A
A
A
Sindonews.com - Akibat langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di Sidoarjo, Jawa Timur, ratusan nelayan di Kecamatan Sedati tak melaut.
Ratusan nelayan di Desa Gisik, Cemandi, Sedati, Sidoarjo, memilih menambatkan perahunya di tepi sungai. Para nelayan ini tidak bisa mendapatkan premium, karena stok di sejumlah SPBU kosong. Kalaupun ada, pihak SPBU melarang nelayan membeli premium menggunakan jeriken atau drum.
Padahal selama ini nelayan selalu membeli BBM di SPBU yang ada di kawasan Sedati. Akibatnya, harga premium di kampung nelayan kini naik hingga mencapai Rp10 ribu per liter.
"Daripada harus menanggung rugi mendingan tidak melaut dulu," tukas Imam nelayan di Kecamatan Sedati, Selasa (27/11/2012).
Dengan harga Rp10 ribu per liter, lanjutnya, hasil yang didapat tidak akan menutupi biaya operasional.
Salah seorang nelayan, Samsul, berharap Pertamina tidak membatasi pasokan BBM ke Sidoarjo. Karena kondisi sekarang ini sudah memukul perekonomian nelayan.
"Kami tidak bisa mencari nafkah karena BBM langka. Mau bagaimana lagi keahlian kami hanya menangkap ikan," tukasnya.
Banyaknya nelayan yang tidak melaut, dikhawatirkan perekonomian warga Sedati akan terganggu, karena mayoritas warganya berprofesi sebagai nelayan.
Ratusan nelayan di Desa Gisik, Cemandi, Sedati, Sidoarjo, memilih menambatkan perahunya di tepi sungai. Para nelayan ini tidak bisa mendapatkan premium, karena stok di sejumlah SPBU kosong. Kalaupun ada, pihak SPBU melarang nelayan membeli premium menggunakan jeriken atau drum.
Padahal selama ini nelayan selalu membeli BBM di SPBU yang ada di kawasan Sedati. Akibatnya, harga premium di kampung nelayan kini naik hingga mencapai Rp10 ribu per liter.
"Daripada harus menanggung rugi mendingan tidak melaut dulu," tukas Imam nelayan di Kecamatan Sedati, Selasa (27/11/2012).
Dengan harga Rp10 ribu per liter, lanjutnya, hasil yang didapat tidak akan menutupi biaya operasional.
Salah seorang nelayan, Samsul, berharap Pertamina tidak membatasi pasokan BBM ke Sidoarjo. Karena kondisi sekarang ini sudah memukul perekonomian nelayan.
"Kami tidak bisa mencari nafkah karena BBM langka. Mau bagaimana lagi keahlian kami hanya menangkap ikan," tukasnya.
Banyaknya nelayan yang tidak melaut, dikhawatirkan perekonomian warga Sedati akan terganggu, karena mayoritas warganya berprofesi sebagai nelayan.
(ysw)