Dede-Lex dekati masyarakat adat Sunda
Selasa, 27 November 2012 - 13:40 WIB
Dede-Lex dekati masyarakat adat Sunda
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Cagub/cawagub Jabar) Dede Yusuf dan Lex Laksamana mendekati masyarakat adat sunda.
Ini terlihat ketika keduanya membuka acara Pinton Ajen Kesenian Rancakalong, Kabupaten Sumedang di Alam Santosa, Pasir Impun, Kabupaten Bandung.
Dede Yusuf yang datang bersama Lex Laksamana, disambut sejumlah tokoh dari barisan olot dan adat Sunda, salah satunya pendiri Alam Santosa, yakni tokoh Jabar yang juga politikus senior Eka Santosa.
Beberapa tokoh yang hadir di antaranya dari Rancakalong, Paguyuban Pasundan, Badan Musyawarah (Bamus) Sunda, Kampung Naga, Geger Sunten Ciamis, Banten Kidul, dan lain-lain.
Dalam kesempatan itu, Dede membuka acara Pinton Ajen Masyarakat Adat Rancakalong, yakni kesenian Koromong. Pinton Ajen sendiri merupakan pagelaran bulanan kesenian khas budaya Sunda di Alam Santosa.
"Mudah-mudahan Pinton Ajen ini membuka mata kita bahwa kearifan budaya akan menjadi kekuatan yang akan diwujudkan dalam kebijakan pemerintah," kata Dede, yang resmi membuka acara Pinton Ajen, Selasa (27/11/2012).
Selanjutnya, Dede ikut menari seni Koromong. Kesenian koromong hidup di Sumedang sejak abad ke-18. Saat ini, seni koromong nyaris punah.
Dalam pagelaran itu ditampilkan satu-satunya kelompok Koromong yang masih ada di Sumedang. Kesenian ini lahir sebagai upaya mensyukuri hasil panen.
Dede juga meresmikan Bale Gede yang ada di Alam Santosa.
Ini terlihat ketika keduanya membuka acara Pinton Ajen Kesenian Rancakalong, Kabupaten Sumedang di Alam Santosa, Pasir Impun, Kabupaten Bandung.
Dede Yusuf yang datang bersama Lex Laksamana, disambut sejumlah tokoh dari barisan olot dan adat Sunda, salah satunya pendiri Alam Santosa, yakni tokoh Jabar yang juga politikus senior Eka Santosa.
Beberapa tokoh yang hadir di antaranya dari Rancakalong, Paguyuban Pasundan, Badan Musyawarah (Bamus) Sunda, Kampung Naga, Geger Sunten Ciamis, Banten Kidul, dan lain-lain.
Dalam kesempatan itu, Dede membuka acara Pinton Ajen Masyarakat Adat Rancakalong, yakni kesenian Koromong. Pinton Ajen sendiri merupakan pagelaran bulanan kesenian khas budaya Sunda di Alam Santosa.
"Mudah-mudahan Pinton Ajen ini membuka mata kita bahwa kearifan budaya akan menjadi kekuatan yang akan diwujudkan dalam kebijakan pemerintah," kata Dede, yang resmi membuka acara Pinton Ajen, Selasa (27/11/2012).
Selanjutnya, Dede ikut menari seni Koromong. Kesenian koromong hidup di Sumedang sejak abad ke-18. Saat ini, seni koromong nyaris punah.
Dalam pagelaran itu ditampilkan satu-satunya kelompok Koromong yang masih ada di Sumedang. Kesenian ini lahir sebagai upaya mensyukuri hasil panen.
Dede juga meresmikan Bale Gede yang ada di Alam Santosa.
(ysw)