Fokus ke lapangan, DPRD dicuekin Jokowi
Senin, 26 November 2012 - 16:09 WIB
Fokus ke lapangan, DPRD dicuekin Jokowi
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo lebih sering menghabiskan waktunya di lapangan ketimbang di dalam kantor. Saking sibuk dengan jadwal bertemu dengan warga Jakarta atau "blusukan", mantan Wali Kota Solo ini tak pernah melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI terkait sejumlah program-programnya.
Anggota Komisi B DPRD DKI Selamat Nurdin pun mulai melempar kritikan kepada pria akrab disapa Jokowi itu. Menurut Selamat, Jokowi tak pernah melibatkan DPRD secara intensis.
"Jokowi sporadis, lebih banyak melontarkan ide-idenya di lapangan daripada menuangkan ide itu secara tertulis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yang nantinya dibahas bersama DPRD DKI," tukas Selamat di DPRD DKI, Senin (26/11/2012).
Sementara itu, ketika dikonfirmasi Jokowi menyatakan tidak akan berhenti untuk turun ke lapangan. Dirinya akan tetap menemui warga dan berbicara langsung. Karena itu merupakan bagian dari hobi dan tidak dapat diganggu gugat.
"Kalau itu hobi, ke lapangan itu hobi. Kalau lapangan enggak terkuasai bagaimana saya membuat kebijakan. Kalau persoalan enggak saya kuasai di masyarakat, di lapangan bagaimana saya mendesain sebuah program," ujarnya di Balai Kota, Jakarta Pusat.
"Kalau lapangannya saya tidak ngerti, nanti kita bikinnya seperti apa. Apakah cukup hanya dengan laporan-laporan dari Lurah, Camat? Terus kita cuman ya ya ya begitu saja di dalam kantor?" tukasnya lagi.
Terkait pendekatan terhadap DPRD, Jokowi mengakui tidak semua pekerjaan harus dilimpahkan kepadanya. Pendekatan itu bisa dilakukan secara bergantian dengan Wagub dan Sekda.
"Ya masak berkali-kali, ya gantian dong. Kadang saya, kadang Pak Wagub, kadang Pak Sekda. Ya begitu aja," tukas Jokowi.
Anggota Komisi B DPRD DKI Selamat Nurdin pun mulai melempar kritikan kepada pria akrab disapa Jokowi itu. Menurut Selamat, Jokowi tak pernah melibatkan DPRD secara intensis.
"Jokowi sporadis, lebih banyak melontarkan ide-idenya di lapangan daripada menuangkan ide itu secara tertulis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yang nantinya dibahas bersama DPRD DKI," tukas Selamat di DPRD DKI, Senin (26/11/2012).
Sementara itu, ketika dikonfirmasi Jokowi menyatakan tidak akan berhenti untuk turun ke lapangan. Dirinya akan tetap menemui warga dan berbicara langsung. Karena itu merupakan bagian dari hobi dan tidak dapat diganggu gugat.
"Kalau itu hobi, ke lapangan itu hobi. Kalau lapangan enggak terkuasai bagaimana saya membuat kebijakan. Kalau persoalan enggak saya kuasai di masyarakat, di lapangan bagaimana saya mendesain sebuah program," ujarnya di Balai Kota, Jakarta Pusat.
"Kalau lapangannya saya tidak ngerti, nanti kita bikinnya seperti apa. Apakah cukup hanya dengan laporan-laporan dari Lurah, Camat? Terus kita cuman ya ya ya begitu saja di dalam kantor?" tukasnya lagi.
Terkait pendekatan terhadap DPRD, Jokowi mengakui tidak semua pekerjaan harus dilimpahkan kepadanya. Pendekatan itu bisa dilakukan secara bergantian dengan Wagub dan Sekda.
"Ya masak berkali-kali, ya gantian dong. Kadang saya, kadang Pak Wagub, kadang Pak Sekda. Ya begitu aja," tukas Jokowi.
(lns)