Undang pakar transportasi, Jokowi bahas busway layang
Senin, 26 November 2012 - 08:47 WIB
Undang pakar transportasi, Jokowi bahas busway layang
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) pagi ini menggelar rapat pimpinan (Rapim) di Gedung Balai Kota, DKI Jakarta. Rapim itu, diketahui untuk membahas rencana pembangunan elevated busway (busway layang) di Jakarta.
Dalam rapat itu, Jokowi akan mendengarkan paparan kepala dinas terkait rencana tersebut. Selain itu, nampak pula pakar dari Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas di Balaikota.
"Saya diundang sama Kepala Dinas Perhubungan DKI, untuk ikut rapim sama Pak Gubernur. Mau membicarakan soal busway layang," kata Darmaningtyas di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2012).
Dia menambahkan, saat ini sangat memungkinkan merealisasikan pembangunan elevated busway tersebut. Di sisi lain, dengan transportasi ini, diperkirakan pemakaian kendaraan pribadi akan berkurang.
"Untuk saat ini, sudah sangat memungkinkan membangun elevated busway. Seperti di Ciledug-Blok M, dengan jalan yang sempit, sangat memungkinkan adanya jalan layang," jelasnya.
Selain itu, untuk Depok UI-Manggarai juga ditenggarai lebih idela dengan jalur layang. Karena jika arah dari Depok UI-Manggarai bisa lancar, maka dapat mengurangi pemakaian kendaraan pribadi di wilayah Jakarta Selatan.
Dalam rapat itu, Jokowi akan mendengarkan paparan kepala dinas terkait rencana tersebut. Selain itu, nampak pula pakar dari Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas di Balaikota.
"Saya diundang sama Kepala Dinas Perhubungan DKI, untuk ikut rapim sama Pak Gubernur. Mau membicarakan soal busway layang," kata Darmaningtyas di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2012).
Dia menambahkan, saat ini sangat memungkinkan merealisasikan pembangunan elevated busway tersebut. Di sisi lain, dengan transportasi ini, diperkirakan pemakaian kendaraan pribadi akan berkurang.
"Untuk saat ini, sudah sangat memungkinkan membangun elevated busway. Seperti di Ciledug-Blok M, dengan jalan yang sempit, sangat memungkinkan adanya jalan layang," jelasnya.
Selain itu, untuk Depok UI-Manggarai juga ditenggarai lebih idela dengan jalur layang. Karena jika arah dari Depok UI-Manggarai bisa lancar, maka dapat mengurangi pemakaian kendaraan pribadi di wilayah Jakarta Selatan.
(san)