Terdakwa korupsi di Pemalang dituntut 4 tahun penjara

Sabtu, 24 November 2012 - 05:03 WIB
Terdakwa korupsi di...
Terdakwa korupsi di Pemalang dituntut 4 tahun penjara
A A A
Sindonews.com – Mantan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pemalang, Ghozinum Najib, terdakwa korupsi proyek Jalan Lingkar Comal-Bodeh Rp1,1 miliar dituntut empat tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.

Selain pidana penjara, JPU juga menuntut agar terdakwa dijatuhui hukuman membayar denda Rp200 juta subsider enam bulan penjara. JPU menuding terdakwa terbukti sah dan meyakinkan ikut serta korupsi proyek itu.

“Sah dan meyakinkan melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," ungkap Ari Praptono, JPU dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Jateng), Jumat (23/11/2012).

Di depan majelis hakim yang diketuai Winarto, terdakwa selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) telah bersama-sama melakukan korupsi dengan pelaksana proyek PT Riska Jaya Bakti Semarang Sulatif Yulianto yang juga terjerat hukum dalam kasus ini.

Proyek pada 2010 itu, lanjut Ari, direkayasa laporan berita acara pengerjaannya oleh terdakwa bersama-sama Sulatif. Proyek belum selesai dikerjakan tapi sudah dilaporkan selesai 100 persen.

“Kenyataan di lapangan, proyek itu baru selesai tujuh puluh persen, korupsi itu juga terjadi dengan pelaksanaan proyek yang tidak sesuai dengan kontrak kerja,” tandasnya.

Penyimpangan itu, dijelaskan Ari, adalah pengurangan ketebalan aspal. Perbuatan itu mengakibatkan kerugian negara. Hasil audit investigasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng didapat nominal Rp1,1 miliar kerugian negara dalam proyek itu.

“Saya akan mengajukan nota pembelaan (pledoi),” tandas terdakwa menanggapi tuntutan JPU.

Majelis hakim kemudian menutup persidangan untuk dilanjutkan kembali pekan depan dengan agenda mendengarkan nota pembelaan terdakwa.

Kasus ini sebelumnya dilaporkan masyarakat pada Juli 2011 sebelum ditindaklanjuti Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jateng. Proyek itu didanai ABPD setempat sebesar Rp6 miliar. Setelah menemukan bukti kuat, penyidik Dit Reskrimsus Polda Jateng akhirnya menetapkan dua tersangka kasus ini, Ghozinum Najib dan Sulatif selaku pemenang proyek.
(azh)
Berita Terkait
Richard Ohee: Perlu...
Richard Ohee: Perlu Strategi Khusus untuk Tangani Kasus Korupsi di Papua
Kejari Kabupaten Bekasi...
Kejari Kabupaten Bekasi Selamatkan Uang Negara Rp1,1 Miliar
Korupsi Proyek Jalan...
Korupsi Proyek Jalan Rantau Alai-SP Kilip Rp1,2 M, PPK dan Kontraktor Dijebloskan ke Penjara
Usut Dugaan Korupsi,...
Usut Dugaan Korupsi, Tim Kejari Geledah Kantor KPU Kapuas
Mantan Bupati Inhil...
Mantan Bupati Inhil Ditetapkan Tersangka Korupsi Penyertaan Modal BUMD
Kejati Malut Tetapkan...
Kejati Malut Tetapkan Empat Tersangka Kasus Pengadaan Kapal Nautikan
Berita Terkini
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
15 menit yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
15 menit yang lalu
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
18 menit yang lalu
Truk Crane Tabrak JPO...
Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
1 jam yang lalu
Gunung Semeru Kembali...
Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, PVMBG: Waspadai Awan Panas dan Guguran Lava
2 jam yang lalu
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved