Walhi bakal advokasi dua petani Desa Nusantara
Jum'at, 23 November 2012 - 17:01 WIB
Walhi bakal advokasi dua petani Desa Nusantara
A
A
A
Sindonews.com - Pengaduan dua petani asal Desa Nusantara, Kecamatan Air Sugian, Kabupaten Oki, Sumatera Selatan, Sukirman dan Rahman diterima baik oleh Pengkampanye Kedaulatan Air dan Pangan Eksekutif Nasional Walhi M Islah.
Pihaknya akan berusaha membantu warga di sana agar tetap bisa mempertahankan lahan padi mereka dan tidak dialihfungsikan menjadi lahan sawit.
Menurut Islah, selama ini pemerintah memiliki obsesi mencapai surplus 10 juta ton beras tahun 2014. Sehingga, pemerintah mencari dan membuka lahan pertanian di Kalimantan, Papua, dan beberapa daerah untuk pemenuhan target itu.
Ironisnya, komitmen pemerintah bertolak belakang dengan realitas di lapangan. Lahan padi Masyarakat Desa Nusantara yang menjadi sentra padi kini nyaris dialihfungsikan menjadi kebun kelapa sawit.
"Sangat ironis, apabila pemerintah yang saat ini mencari lahan untuk pencapaian target surplus 10 juta ton beras 2014, terkesan tidak melindungi lahan yang diusahakan petani dengan usaha mereka sendiri," ujar M Islah, di kantor Walhi, Jakarta, Jumat (23/11/2012).
Dengan kondisi ini berarti kerja sama antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Transmigrasi, juga Kementerian Kehutanan, menjadi tidak ada artinya, jika lahan pertanian pangan transmigran tidak dilindungi.
"Akan tidak berarti jika kementerian terkait. Justru membiarkan lahan masyarakat hilang, oleh akselerasi perusahan besar, sementara terus mencari lahan pertanian," tegasnya.
Pihaknya akan berusaha membantu warga di sana agar tetap bisa mempertahankan lahan padi mereka dan tidak dialihfungsikan menjadi lahan sawit.
Menurut Islah, selama ini pemerintah memiliki obsesi mencapai surplus 10 juta ton beras tahun 2014. Sehingga, pemerintah mencari dan membuka lahan pertanian di Kalimantan, Papua, dan beberapa daerah untuk pemenuhan target itu.
Ironisnya, komitmen pemerintah bertolak belakang dengan realitas di lapangan. Lahan padi Masyarakat Desa Nusantara yang menjadi sentra padi kini nyaris dialihfungsikan menjadi kebun kelapa sawit.
"Sangat ironis, apabila pemerintah yang saat ini mencari lahan untuk pencapaian target surplus 10 juta ton beras 2014, terkesan tidak melindungi lahan yang diusahakan petani dengan usaha mereka sendiri," ujar M Islah, di kantor Walhi, Jakarta, Jumat (23/11/2012).
Dengan kondisi ini berarti kerja sama antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Transmigrasi, juga Kementerian Kehutanan, menjadi tidak ada artinya, jika lahan pertanian pangan transmigran tidak dilindungi.
"Akan tidak berarti jika kementerian terkait. Justru membiarkan lahan masyarakat hilang, oleh akselerasi perusahan besar, sementara terus mencari lahan pertanian," tegasnya.
(lns)