BBM langka di NTT, Rp10 ribu per liter
Jum'at, 23 November 2012 - 08:52 WIB
BBM langka di NTT, Rp10 ribu per liter
A
A
A
Sindonews.com - Kelangkaan premium kembali terjadi di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan sejumlah mobil rela menginap di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) menanti pasokan Bahan Bakar MInyak (BBM) datang.
Kelangkaan premium ini dimanfaatkan oleh pengecer bensin dengan menjualnya seharga Rp10 ribu per liter.
Tiga hari terakhir antrian panjang kendaraan bermotor menjadi pemandangan rutin pada sejumlah SPBU di Pulau Sumba, NTT. BBM jenis pemium (bensin) dan solar menjadi bahan yang langka.
Ada SPBU yang diwarnai antrian panjang dari pagi hingga malam hari namun adapula SPBU yang telah menutup aktivitasnya sejak jelang sore hari karena kehabisan BBM.
SPBU yang telah menghentikan aktifitasnya nampak lengang dan hanya di isi sejumlah kendaraan roda empat yang oleh pemiliknya diinapkan di areal SPBU.
Jika di SPBU BBM telah habis, pemandangan kontras justru terjadi di pinggiran jalan. Para pedagang BBM eceran dadakan justru menjamur. Yang lebih parah lagi, ada pedagang eceran yang memakai areal SPBU tepat didekat mesin pompa untuk menjajakan bensin ecerannya.
“Saya sudah larang dan matikan lampu tapi mereka nekad tetap jual, saya mau marah saya juga takut dengan mereka, kaena mereka banyak takutnya bisa ribut lagi,” jelas Agus ketika ditanya wartawan seputar aktivitas pengecer di areal SPBU KM 2, Kelurahan Hambala, Kota Waingapu, Kamis 21 November 2012 malam tadi.
Kelangkaan BBM ini sontak menimbulkan keluhan warga. Warga yang sangat membutuhkan BBM terpaksa membeli di pengecer seharga Rp10 ribu per liter.
“Saya sudah keliling di semua SPBU yang ada di kota Waingapu, tapi semuanya telah habis, mau tidak mau saya beli eceran dipinggiran jalan depan SPBU ini walau sebotol harganya 10 ribu,” tukas Fadel, seorang warga yang ditemui terpisah beberapa saat kemudian.
Kelangkaan premium ini dimanfaatkan oleh pengecer bensin dengan menjualnya seharga Rp10 ribu per liter.
Tiga hari terakhir antrian panjang kendaraan bermotor menjadi pemandangan rutin pada sejumlah SPBU di Pulau Sumba, NTT. BBM jenis pemium (bensin) dan solar menjadi bahan yang langka.
Ada SPBU yang diwarnai antrian panjang dari pagi hingga malam hari namun adapula SPBU yang telah menutup aktivitasnya sejak jelang sore hari karena kehabisan BBM.
SPBU yang telah menghentikan aktifitasnya nampak lengang dan hanya di isi sejumlah kendaraan roda empat yang oleh pemiliknya diinapkan di areal SPBU.
Jika di SPBU BBM telah habis, pemandangan kontras justru terjadi di pinggiran jalan. Para pedagang BBM eceran dadakan justru menjamur. Yang lebih parah lagi, ada pedagang eceran yang memakai areal SPBU tepat didekat mesin pompa untuk menjajakan bensin ecerannya.
“Saya sudah larang dan matikan lampu tapi mereka nekad tetap jual, saya mau marah saya juga takut dengan mereka, kaena mereka banyak takutnya bisa ribut lagi,” jelas Agus ketika ditanya wartawan seputar aktivitas pengecer di areal SPBU KM 2, Kelurahan Hambala, Kota Waingapu, Kamis 21 November 2012 malam tadi.
Kelangkaan BBM ini sontak menimbulkan keluhan warga. Warga yang sangat membutuhkan BBM terpaksa membeli di pengecer seharga Rp10 ribu per liter.
“Saya sudah keliling di semua SPBU yang ada di kota Waingapu, tapi semuanya telah habis, mau tidak mau saya beli eceran dipinggiran jalan depan SPBU ini walau sebotol harganya 10 ribu,” tukas Fadel, seorang warga yang ditemui terpisah beberapa saat kemudian.
(ysw)