Kak Seto jadi korban kebanjiran
Kamis, 22 November 2012 - 21:50 WIB
Kak Seto jadi korban kebanjiran
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan rumah di dua rukun tetangga (RT)01 dan 02 rukun warga (RW) warga di Perumahan Cirendeu Permai, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), terendam banjir. Ketinggian air di perumahan tersebut berkisar 80 centimeter hingga satu meter.
Banjir tersebut diakibatkan meluapnya sungai Pesanggrahan yang melintasi wilayah tersebut. Kondisi ini membuat warga mengosongkan kediamannya untuk kemudian dievakuasi oleh tim SAR dan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, dengan menggunakan perahu karet.
Banjir tertinggi terjadi di kediaman warga yang rumahnya berdekatan dengan sungai Pesanggarahan, dengan ketinggian air mencapai sedada orang dewasa. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Seto Mulyadi atau yang lebih dikenal Kak Seto yang juga Ketua RW di perumahan tersebut mengatakan, dirinya tidak menyangka akan menjadi korban banjir sebab tidak terjadi hujan deras dan lama di wilayah tersebut.
Karenanya diakui dia banjir itu merupakan kiriman dari Bogor, Jawa Barat melalui sungai Pesanggrahan. Meski begitu dirinya menyatakan, memang wilayah dirinya tinggal itu kerap terjadi banjir lantaran dataran rendah. "Tak ada hujan deras dan lama di sini, ini karena dari sungai dari Bogor," katanya.
Kak Seto mengaku, pihaknya telah berkordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan setempat guna memantau kondisi di lokasi. "Sudah ada perahu karet untuk mengevakuasi warga," kata pria yang juga Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak (KPA).
Erwin, Warga RT 1 RW 12 mengatakan, air naik terjadi sekira pukul 15.00 WIB, ketika itu air sudah menutup jalan dengan ketinggian semata kaki orang dewasa. Karena khawatir akan lebih tinggi, dirinya pun memindahkan kendaraan roda empatnya ke luar perumahan.
“Tetangga pun mengikuti saya, bersiap-siaga. Air baru naik sampai setinggi ini (dada orang dewasa) terjadi sekitar pukul 15.00 WIB,” terangnya.
Banjir tersebut diakibatkan meluapnya sungai Pesanggrahan yang melintasi wilayah tersebut. Kondisi ini membuat warga mengosongkan kediamannya untuk kemudian dievakuasi oleh tim SAR dan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, dengan menggunakan perahu karet.
Banjir tertinggi terjadi di kediaman warga yang rumahnya berdekatan dengan sungai Pesanggarahan, dengan ketinggian air mencapai sedada orang dewasa. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Seto Mulyadi atau yang lebih dikenal Kak Seto yang juga Ketua RW di perumahan tersebut mengatakan, dirinya tidak menyangka akan menjadi korban banjir sebab tidak terjadi hujan deras dan lama di wilayah tersebut.
Karenanya diakui dia banjir itu merupakan kiriman dari Bogor, Jawa Barat melalui sungai Pesanggrahan. Meski begitu dirinya menyatakan, memang wilayah dirinya tinggal itu kerap terjadi banjir lantaran dataran rendah. "Tak ada hujan deras dan lama di sini, ini karena dari sungai dari Bogor," katanya.
Kak Seto mengaku, pihaknya telah berkordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan setempat guna memantau kondisi di lokasi. "Sudah ada perahu karet untuk mengevakuasi warga," kata pria yang juga Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak (KPA).
Erwin, Warga RT 1 RW 12 mengatakan, air naik terjadi sekira pukul 15.00 WIB, ketika itu air sudah menutup jalan dengan ketinggian semata kaki orang dewasa. Karena khawatir akan lebih tinggi, dirinya pun memindahkan kendaraan roda empatnya ke luar perumahan.
“Tetangga pun mengikuti saya, bersiap-siaga. Air baru naik sampai setinggi ini (dada orang dewasa) terjadi sekitar pukul 15.00 WIB,” terangnya.
(mhd)